https://api.whatsapp.com/send?phone=6281361509763
Petrokimia Gresik
14 May, 2021
Bagikan Berita

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Pala menjadi komoditas rempah yang paling besar mendapat porsi pengembangan. Pada 2021 ini, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), melakukan perluasan pala 1.450 hektar (Ha), dan rehabilitas 650 Ha. Pala menjadi target peningkatan produksi untuk rempah.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Ditjen Perkebunan, Kementan, Hendratmo Bagus Hudoro mengatakan, pala merupakan salah satu komoditas rempah yang mendapat alokasi pengembangan yang paling besar pada 2021. “Targetnya untuk meningkatkan produksi dan ekspor tiga kali lipat,” ujarnya kepada Mediaperkebunan.id.

Bagus menyebutkan, pada tahun 2021, produksi pala ditargetkan sebesar 42.900 ton. Target tersebut tersebut sudah masuk ke prioritas nasional sehingga diharapkan ekspor meningkat.

Berdasarkan data statistik Ditjen Perkebunan pada tahun 2018, luas areal tanaman pala di Indonesia 202.325 Ha dengan produksi 36.242 ton/tahun. Sedangkan ekspor pala pada 2018 mencapai 20.202 ton.

Pala termasuk dalam program Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Perkebunan (Grasida) Kementan. Diharapkan produksi dapat meningkat sebesar 35%, nilai ekspor 300%. Nilai ekspor pala ditargetkan meningkat sebesar 1.124 U$D pada 2024 dari 112 U$D pada 2019. (YR)

(Visited 125 times, 1 visits today)
Baca Juga  Kementan Mengguyur Bandung Dengan 1 Juta Bibit Kopi