Yogyakarta, mediaperkebunan.id – Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian memperkuat langkah strategis percepat hilirisasi komoditas perkebunan, guna mengurangi ketergantungan terhadap impor dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya hilirisasi sebagai bagian dari visi besar Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk mewujudkan swasembada pangan secara menyeluruh.
“Kami diperintahkan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi dan segera meningkatkan produksi komoditas-komoditas pangan strategis yang selama ini masih bergantung pada impor,” ujar Mentan Amran.
Sebagai bentuk implementasi di lapangan, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kunjungan tersebut, Roni bertemu dengan sejumlah pemangku kepentingan strategis, diantaranya Bupati Kulon Progo, Direktur Utama Palm Co PT. Perkebunan Nusantara, Direktur PT. Madubaru/PG. Madukismo, dan penyedia/penangkar benih kakao, kopi, serta kelapa.
Menurut Roni, hilirisasi hanya akan berhasil jika seluruh komponen pendukung disiapkan secara matang. Ia menekankan pentingnya kemitraan yang kuat, akses pendanaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), jaminan pasar melalui offtaker, serta ketersediaan lahan dan benih berkualitas.
“Tugas Pemerintah adalah memastikan dan mendorong keberlanjutan produk dari petani agar dapat terserap. Ayo kita bersama-sama jaga semangat petani demi mewujudkan hilirisasi perkebunan yang berdaya saing, bernilai tambah serta mensejahterakan petani,” tegas Roni.
Hilirisasi komoditas perkebunan dinilai sebagai strategi kunci dalam memperkuat struktur pangan nasional, sekaligus membuka peluang besar bagi peningkatan pendapatan petani melalui peningkatan nilai tambah produk.
Dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, BUMN, swasta, dan pelaku usaha tani, Kementan optimistis percepatan hilirisasi dapat memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia.

