Jakarta, mediaperkebunan.id – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Starbucks Coffee Company sebagai langkah strategis memperkuat pengembangan komoditas kopi nasional. Kerja sama ini diwujudkan melalui program TEKAD. Sebuah inisiatif kolaboratif yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan kesejahteraan petani kopi di seluruh Indonesia.
Program TEKAD mengusung lima pilar utama yakni Tani, Ekspor, Kopi, Ajar, dan Dana yang mencakup penyediaan benih unggul, pelatihan budidaya dan pascapanen, penerapan teknologi penghematan air, hingga pengembangan metode pengendalian hama ramah lingkungan. Program ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan perkebunan kopi sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani dalam jangka panjang.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting bagi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia. Melalui kolaborasi ini pemerintah berharap percepatan modernisasi budidaya kopi dapat terwujud melalui pemenuhan benih unggul, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas petani.
“Pemerintah mengambil langkah strategis untuk memberdayakan petani kecil, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi kopi global. Kami bangga dapat bermitra dengan Starbucks yang konsisten mendukung petani Indonesia,” ujarnya.
Dukungan sektor swasta, khususnya perusahaan global seperti Starbucks dinilai sangat penting untuk melengkapi peran pemerintah dalam memperluas jangkauan pendampingan hingga ke tingkat petani. Roni juga berharap kerja sama seperti ini dapat mendorong perusahaan lainnya untuk mewujudkan Corporate Social Responsibility (CSR) yang nantinya dapat meningkatkan kepercayaan publik.
Presiden Starbucks Asia Pasifik, Chanda Beppu menuturkan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam rantai pasok kopi dunia. “Setelah lebih dari lima dekade membeli kopi dari Indonesia, MoU ini menjadi tonggak baru dalam kemitraan jangka panjang kami dengan komunitas petani,” ungkapnya.
Sementara itu General Manager Starbucks Farmer Support Center Indonesia, Masyitah Daud, menekankan bahwa manfaat kerja sama ini ditujukan untuk seluruh pemangku kepentingan, terutama petani. Starbucks menerapkan standar C.A.F.E. Practices. Sistem verifikasi berbasis empat pilar yaitu kualitas, ketelusuran, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami menjaga kopi berarti menjaga manusia dan lingkungannya. Inilah dasar dari terciptanya kopi yang berkualitas,” jelas Masyitah.
Saat ini Starbucks bermitra dengan sekitar 60.000 petani kopi yang tersebar di berbagai daerah seperti Sumatera, Aceh, Bali, Sulawesi Selatan, Flores, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Starbucks juga mendonasikan lima varietas unggul kopi, di antaranya Komasti, Sigarar Utang, Gayo 1–3, dan Andungsari. Tak hanya itu, Starbucks juga menyediakan pusat transfer pengetahuan melalui Farmer Support Center di Berastagi.
Direktur Perbenihan Perkebunan, Ebi Rulianti menyampaikan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap program TEKAD. Ebi mengungkapkan bahwa banyak kebun kopi arabika yang kini dijadikan sumber benih. Harapannya, kerja sama dengan Starbucks dapat memastikan benih yang disalurkan benar-benar berasal dari sumber yang berkualitas.
“Tahun ini kami menyiapkan benih untuk 86 ribu hektar atau sekitar 86 juta batang. Ini peluang besar untuk kita kolaborasikan dengan program TEKAD,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus meningkatkan standar mutu benih serta memperluas pelatihan terkait pengendalian hama terpadu, pengendalian hayati, dan pestisida nabati. Kolaborasi dengan sektor swasta dianggap sangat penting untuk menjangkau petani secara lebih efektif.
Kerja sama antara pemerintah dan Starbucks melalui Program TEKAD diharapkan mempercepat modernisasi dan hilirisasi industri kopi Indonesia. Dengan penguatan kualitas, produktivitas, dan keberlanjutan, Indonesia diharapkan semakin kompetitif di pasar global dan mampu memberikan peningkatan kesejahteraan nyata bagi petani kopi di seluruh nusantara.

