SERDANG, Mediaperkebunan.id – Kementerian Pertanian (Kementan) meninjau kebun PSR dan pabrik kelapa sawit (PKS) untuk mencari solusi persoalan komoditi sawit saat ini. Dialog juga dilakukan bersama bupati, petani dan pengusaha.
Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Andi Nur Alam Syah, meninjau langsung ke salah satu kebun program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang ditanam Presiden Joko Widodo pada 2017 di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Berdagai, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (8/7). Salah satu PKS terdekat juga dikunjunginya.
Andi Nur didampingi Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan Agus Hartono, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumut Lies Handayani, beberapa pengusaha dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), dan petani.
“Kami ke sini ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sawit kita seperti harga TBS yang turun dan lain sebagainya. Kami tidak mencari siapa yang salah dalam hal ini,” ujar Andi Nur.
Menurut Andi Nur, persoalan sawit saat ini harus segera diselesaikan sehingga petani tetap semangat. Karena itu pemerintah butuh masukan dari semua pihak sehingga cepat dicari solusi.
Apalagi terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) petani yang turun hingga Rp 800 per kilogram (Kg). Padahal pemerintah menetapkan harga TBS Rp 1.600/Kg. “Ini kenapa bisa anjlok?”, tukas Andi Nur.
Demikian juga dengan program PSR yang masih tersendat mulai dari pembuatan peta poligon calon lahan PSR, lahan yang masuk kawasan hutan serta kemitraan menjadi topik dalam dialog bersama Kementan. (YR)

