Jakarta, mediaperkebunan.id – Program penanaman kelapa plus pengembangan produk hilirnya di seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang ada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang dilakukan di Pulau Nusakambangan beberapa waktu lalu oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto ternyata bukan sekadar kegiatan seremonial belaka.
Mantan Wakil Kapolri tersebut kemudian menindaklanjutinya dengan menggelar Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas).
Penandatanganan MoU di antara kedua kementerian tersebut digelar di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Senin (15/9/2025), diteken langsung oleh Menimipas Agus Andrianto dan Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy.
Kerjasama dua kementerian ini diyakini turut mendukung Program Hasil Terbaik Cepat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu yang lalu.
Dengan banyaknya pihak yang terlibat, diharapkan program hilirisasi kelapa memberikan dampak besar dan menjadi nilai tambah bagi perekonomian.
“Dengan penandatanganan kerja sama ini, kami mendapat dukungan dalam pelaksanaan program hilirisasi kelapa,” kata mantan Kapolda Sumut tersebut
“Kami sudah siapkan 360.700 pohon di seluruh Indonesia. Untuk itu, kami sudah siapkan 1.300 hektar (Ha) lebih lahan. Jika lahan tersebut kurang, kita dapat melibatkan masyarakat dalam penyediaan lahan,” kata Menteri Imipas, Agus Andrianto.
Selain itu, Menteri Agus juga menyampaikan Kemenimipas akan memberikan penilaian, baik kepada Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) maupun Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan (UPT PAS) yang daerahnya menghasilkan kelapa.
Tujuannya, sambung Agus Andrianto , adalah agar semua Kakanwil atau Kepala UPT PAS melakukan pembibitan, lalu mendistribusikannya sehingga program hilirisasi kelapa dapat berjalan.
“Selain dengan Kementerian PPN/Bappenas, kami juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan pihak lain yang terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, menaruh harapan besar terkait keberhasilan program hilirisasi kelapa.
“Dahulu saat perekonomian Indonesia tidak baik, kelapa merupakan salah satu komoditas yang menyelamatkan Indonesia,” ucap Rachmat Pambudy.
Untuk itu, pihaknya melihat saat ini kelapa masih memiliki potensi besar untuk bisa menjadi salah satu penghasil devisa negara.
“Produksi kelapa bulat kita tidak kalah dengan negara lain. Maka, kita harus bisa manfaatkan hal tersebut dengan melakukan hilirisasi kelapa,” tegas Rachmat Pambudy.

