Yogyakarta, mediaperkebunan.id – Direktur SDM dan Umum PT Agrinas Palma Nusantara, Memed Kosasih Setia Putra, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional melalui pengelolaan sawit berkelanjutan.
Dalam Workshop SDM Industri Perkebunan Kelapa Sawit yang diselenggarakan INSTIPER Yogyakarta pada Selasa (9/12/2025), Memed mengungkapkan bahwa Agrinas saat ini telah menjadi perusahaan kelapa sawit terbesar di dunia dengan pengelolaan lahan mencapai 1,5 juta hektar, yang dalam waktu dekat berpotensi berkembang hingga 4 juta hektar.
“Pembentukan Agrinas Palma Nusantara berawal dari mandat Presiden RI terkait tiga agenda nasional, yaitu swasembada pangan, swasembada energi, dan penyaluran subsidi tepat. Presiden juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas serta pemberantasan korupsi,” terang Memed.
“Presiden RI memberikan arahan dan membentuk suatu perseroan terbatas yang membidangi sektor agrikultur dengan nama Agri Industri Nasional atau Agrinas Palma,” lanjutnya.
Agrinas mendapat tugas langsung dari negara untuk mengelola berbagai aset sitaan yang sebelumnya melanggar aturan pidana maupun perkebunan. Memed menegaskan bahwa seluruh aset tersebut dikelola menggunakan konsep BEST Agriculture Practice.
“Tujuannya supaya aset negara tidak rusak dan ini akan diberikan ke negara untuk kepentingan rakyat, jika proses hukum telah selesai dan aset dikembalikan kepada pemiliknya, Agrinas memastikan lahan tetap terpelihara dengan baik dan karyawan tetap diberdayakan,” jelasnya.
Agrinas Palma Nusantara Siap Penuhi 50 persen Kebutuhan Minyak Goreng Nasional
Dalam paparan juga disebutkan kontribusi Agrinas dalam penyediaan minyak goreng nasional. Agrinas bersama PalmCo disebut telah ditugaskan negara untuk menyumbang pasokan besar bahan baku minyak goreng.
“Agrinas Palma diminta untuk menyumbang 1 juta ton CPO bersama PalmCo untuk menjadi Minyakita, jadi nanti 50% kebutuhan di tingkat nasional ditangani oleh pemerintah,” ujar Memed.
Langkah ini disebut akan menciptakan stabilitas harga dan ketersediaan di seluruh Indonesia. “Tidak akan ada lagi kelangkaan minyak goreng di pasar karena itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah,” tambahnya.
Lebih lanjuta, telah disebutkan bahwa saat ini Agrinas telah menyumbang lebih dari Rp3 triliun dalam bentuk pajak kepada pemerintah, serta lebih dari Rp400 miliar ke kas negara. Semua dijalankan dengan prinsip good governance, produktivitas tinggi, riset hilirisasi, dan keberlanjutan.
Memed mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan transformasi Agrinas adalah kekuatan SDM. Untuk memenuhi kebutuhan SDM jangka panjang, Agrinas telah bekerja sama dengan INSTIPER melalui MoU sejak 9 September. Program pelatihan telah berjalan mulai dari level mandor hingga manajer di berbagai lokasi di Kalimantan dan Sumatera.

