Jakarta, mediaperkebunan.id – Amsterdam Cocoa Week yang diselenggarakan oleh CHOCOA Foundation merupakan agenda tahunan dan merupakan salah satu forum internasional terpenting bagi pelaku industri kakao global. Kegiatan ini mempertemukan produsen, eksportir, pengolah, lembaga penelitian, organisasi internasional, pemerintah, serta sektor swasta untuk berdiskusi mengenai masa depan industri kakao yang berkelanjutan.
Pada tahun ini pelaksaan Amsterdam Cocoa Week juga dirangkai dengan penganugerahan Cocoa of Excellent, yaitu sebuah ajang penghargaan global bergengsi guna memberikan apresiasi kepada petani atau produsen kakao dunia berdasarkan berbagai kriteria seperti aroma, cita rasa dan kualitas biji kakao yang berasal dari penjuru dunia.
Dalam kegiatan ini Cocoa of Excellent membagi penganugerahan ke dalam 3 area geografis utama yaitu : Amerika dan Karibia, Afrika dan Samudra Hindia, Asia dan Pasifik. Hal yang membanggakan bagi Indonesia bahwa dalam Penganugerahan cacao of excellent periode ini perwakilan kakao Indonesia menerima 2 Penghargaan yaitu :
- Gold : diterima oleh PT. Kudeungoe Sugata Aceh
- Bronze : diterima oleh Minang Kakao , Sumatera Barat
Prestasi tersebut tidak terlepas dari peran Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) yang melakukan kurasi biji kakao dari berbagai daerah sebelum dikirim ke kompetisi tersebut. Puslitkoka sendiri merupakan salah satu center of excellence yang dimiliki PT Riset Perkebunan Nusantara, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara III (Persero).
Ketua Dewan Kakao Indonesia Dr Soetanto Abdoellah memaparkan, partisipasi kakao Indonesia dalam Chocoa 2026 merupakan momentum penting untuk menunjukkan bahwa kakao Indonesia tidak hanya unggul dari sisi kualitas rasa, tetapi juga siap memenuhi standar keberlanjutan global.
“Penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa kerja keras petani dan seluruh rantai pasok telah menghasilkan produk yang mampu bersaing di tingkat dunia,” tutur Soetanto.
Pada tahun 2026 Amsterdam Cocoa Week di laksanakan pada tanggal 16 – 22 Februari 2026 di Beurs van Berlage Amsterdam, Belanda. Dalam rangka upaya memperkuat posisi kakao Indonesia serta memperluas jejaring kerja sama internasional, Dewan Kakao Indonesia pada kesempatan ini turut berpartisipasi pada kegiatan tersebut dengan mengirimkan Delegasi dari Indonesia yaitu perwakilan petani dan pelaku kakao dari Kabupaten Berau Kalimantan Timur dengan pembiayaan dari BPDP.

