Banyuasin, mediaperkebunan.id – Harga kelapa tingkat petani selalu berflutuasi. Pernah berada pada tingkat harga sangat rendah yaitu Rp800/butir, dan pada saat ini harga sempat naik tinggi sampai diatas Rp5000/butir meskipun sekarang sudah mulai menurun, tetapi masih sangat menguntungkan bagi petani.
“Kita tidak tahu kedepannya apakah harga kelapa akan tetap tinggi seperti sekarang atau bisa terjun bebas lagi. Untuk menjaga pendapatan petani maka kita berinovasi dengan tumpang sari jagung kelapa,” kata Wakil Ketua Umum Perkumpulan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo), Muhammad Asri.
Karena itu melalui lembaga yang dipimpinnya yaitu Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Perkebunan (LP3) mengadakan Launching dan Sosialisasi Tumpang Sari Jagung Pada Kelapa. Dengan tumpang sari petani mendapat penghasilan baru dari jagung , selain dari kelapa. Petani lebih intensif ke kebun dan memupuk sehingga produktivitas kelapa ikut meningkat.
Dilaksanakan di wilayah Sungsang Kec. Banyuasin ll, juga dihadiri oleh anggota DPRD Sumsel M.Syarif Hidayatullah Askolani, dan anggota DPRD Banyuasin, Arisa Lahari. Keduanya siap mendukung Penuh Program Perkebunan yang Inovatif. Rahmat darii Dinas Tanaman Pangan & Holtikultura Sumsel menyampaikan pihaknya siap memberikan bimbingan teknis soal tumpang sari jagung pada petani. Pada kesempatan itu LP3 juga membagikan benih jagung, pupuk dan alat tanam jagung pada petani.

