Kubu Raya, mediaperkebunan.id – IPOSC (Indonesian Palm Oil Small Holder Conference and Expo) ke 5, yang merupakan pertemuan raya petani kelapa sawit lintas organisasi terbesar di Indonesia akan Kembali di laksanakan di Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Acara IPOSC diselenggarakan oleh POPSI (Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia) didukung Media Perkebunan pada tanggal 24-26 September 2025 di Hotel Q Qubu Resort. Menurut Hendra J Purba, Sekjen POPSI, event ini mempertemukan petani kelapa sawiit dari berbagai provinsi di Indonesia juga semua kabupaten di Kalbar bertemu dan berinteraksi dengan pemangku kepentingan lainnya yaitu pemerintah, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pemasok kebutuhan kebun sawit.
Tema IPOSC yang kelima adalah “Sinergitas Stakeholder Mengatasi Staganasi Produktivitas Sawit Rakyat- Kemitraan-PSR-ISPO-Inovasi Petani”. Badan Pengelola Dana Perkebunan, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian dan Kementerian Koordinator Perkekonomian menjadi pendukung event ini.
Saat ini areal Perkebunan sawit rakyat mencapai 41% dari total luas lahan kebun sawit. Peranan kebun sawit rakyat sangat siginifikan untuk meningkatkan produksi. Bisa dikatakan Perkebunan sawit rakyat menjadi game changer untuk meningkatkan produktivitas nasional.
Meski berkontribusi signifikan, petani sawit rakyat masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan teknis. Keterbatasan akses terhadap informasi, teknologi, pembiayaan, serta lemahnya kelembagaan petani menjadi penghambat dalam mewujudkan tata kelola kebun yang produktif dan berkelanjutan. Rendahnya kapasitas dalam praktik pertanian baik (Good Agricultural Practices/GAP), terbatasnya partisipasi dalam program peremajaan (PSR), serta minimnya keterlibatan dalam sertifikasi ISPO menjadi isu mendesak yang harus segera diatasi. Dalam IPOSC semua hal ini akan dibedah, juga problem-problem petani sehingga bisa diselesaikan.
Tujuan 5th IPOSC adalah meningkatkan kapasitas dan daya saing petani sawit, membangun pemahaman menyeluruh terhadap kebijakan dan arah industri sawit, memperkuat kelembagaan petani sebagai tulang punggung pengelolaan perkebunan sawit rakyat.
Dari IPOSC diharapkan terbangunnya pemahaman menyeluruh di kalangan petani terhadap prinsip dan implementasi sawit berkelanjutan; terjadinya peningkatan kesadaran dan partisipasi petani dalam proses sertifikasi ISPO, program PSR, dan praktik pertanian berkelanjutan; tumbuhnya komitmen kolektif untuk memperkuat kelembagaan petani dan koperasi sebagai penggerak ekonomi local; terciptanya peluang kemitraan yang konkret antara petani dan mitra usaha untuk akses pembiayaan, pasar, dan teknologi, terbukanya akses petani terhadap inovasi dan solusi pertanian, termasuk digitalisasi, mekanisasi, dan sistem informasi kebun.
“Event expo cocok bagi produsen kecambah kelapa sawit, pupuk, pestisida, alat panen, alat budidaya, alat mesin pertanian yang ingin merambah pasar petani sawit dan dikenal oleh petani. Peserta conference dan pengunjung adalah benar – benar petani sawit jadi merupakan tempat yang tepat bila ingin menjangkau petani,” kata Hendra lagi.
Karena ini merupakan event petani sawit maka diadakan lomba yang merupakan keseharian petani yaitu lomba angkat TBS dan berat TBS petani se Indonesia.

