Yogyakarta, mediaperkebunan.id — Sebanyak lima puluh mahasiswa penerima Beasiswa SDM PKS BPDP mengikuti acara pelepasan wisuda yang diselenggarakan INSTIPER Yogyakarta di Auditorium INSTIPER pada 22 Mei 2026.
Pada program Beasiswa SDM PKS angkatan pertama ini, INSTIPER meluluskan 26 mahasiswa minat studi SPKS (Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit) dari Program Studi Agroteknologi dan 24 mahasiswa minat studi SMBP (Sarjana Manajemen Bisnis Perkebunan) dari Program Studi Agribisnis.
Kelima puluh mahasiswa Fakultas Pertanian tersebut memulai pendidikan pada tahun ajaran 2022/2023 dengan rata-rata masa studi 3,7 tahun.
“Terima kasih kepada negara karena telah memfasilitasi pengembangan SDM kelapa sawit melalui Beasiswa SDM PKS. Terima kasih juga kepada BPDP yang terus mempercayai INSTIPER untuk menyelenggarakan beasiswa ini,” kata Rektor INSTIPER Yogyakarta.
Ia menjelaskan bahwa INSTIPER sejak tahun 1958 memiliki kompetensi di bidang perkebunan dan terus meningkatkan kualitas pendidikan serta lulusan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri dan teknologi. Menurutnya, kerja sama strategis dengan 141 mitra perusahaan juga membuka peluang besar bagi lulusan untuk lebih cepat terserap di dunia kerja.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Mohammad Alfansyah, menegaskan bahwa Beasiswa SDM PKS merupakan bentuk investasi pemerintah bagi masa depan industri sawit nasional.
“Pemerintah tidak hanya berharap Saudara lulus, tetapi juga berkontribusi pada industri kelapa sawit nasional dan menimbulkan multiplier effect. Salah satunya berperan aktif dalam kegiatan replanting kebun kelapa sawit,” kata Alfansyah.
Ia juga berpesan agar lulusan muda tidak ragu memulai karier dari bawah.
“Di awal karier jangan pilih-pilih pekerjaan, yang ada diambil dulu. Berkarierlah dengan baik dan jangan lupa meminta restu orang tua di setiap langkah kita,” ujarnya.
Sebagai penutup sambutan, Alfansyah menyampaikan pesan singkat kepada para lulusan.
“Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia,” katanya.
Wisudawan dengan IPK terbaik dari Program Studi Agroteknologi diraih oleh Dani Iqbal dengan nilai 3,93. Sementara pada Program Studi Agribisnis, IPK tertinggi diraih oleh Gilberto Silva Lubis dengan IPK 3,93.
Mewakili mahasiswa penerima beasiswa, Dani Iqbal menyampaikan rasa terima kasih kepada BPDP atas dukungan pendidikan yang telah diberikan.
“Melalui beasiswa ini, kami yang merupakan anak petani kelapa sawit maupun anak karyawan perusahaan sawit mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi sehingga membuka peluang memperoleh penghidupan yang lebih layak,” kata Dani.
Ia juga menegaskan bahwa para lulusan siap berkontribusi untuk mengembangkan industri kelapa sawit Indonesia melalui ilmu yang telah dipelajari selama kuliah di INSTIPER Yogyakarta.
Sebanyak 56% lulusan telah diterima bekerja. Dari jumlah tersebut, 36% lulusan merupakan penerima golden ticket dari PT Karyamas, PT Kayan, PT Sinarmas Tbk., PT Triputra Agro Persada, PT Palma Serasih, dan PT Citra Borneo Indah.
Mahasiswa penerima golden ticket mendapatkan kesempatan diterima di perusahaan tanpa melalui tes rekrutmen karena dinilai telah memiliki kemampuan mengelola kebun saat mengikuti kegiatan magang.
Selain itu, 20% lulusan memperoleh rekomendasi dari perusahaan, 4% melanjutkan pendidikan, dan 40% lainnya masih dalam tahap seleksi kerja.
Gilberto Silva Lubis, lulusan terbaik dari minat SMBP, mengatakan bahwa pengalaman kuliah di INSTIPER tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan.
“Selama kuliah di INSTIPER Yogyakarta, kami tidak hanya mengikuti perkuliahan dan praktikum, tetapi juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan ko-kurikuler yang membantu mengembangkan bakat serta kemampuan kami,” kata Gilberto.
Ia menyebut beberapa program pengembangan yang diikuti mahasiswa, seperti INSTIPER Drone Academy, INSTIPER English Academy, INSTIPER AI Academy, dan INSTIPER IoT Academy.
Mahasiswa penerima beasiswa juga banyak menorehkan prestasi di tingkat lokal maupun nasional. Salah satunya adalah Tegar Arief Kurniawan yang pernah terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama INSTIPER Yogyakarta dan masuk Top 9 Mahasiswa Berprestasi Wilayah LLDikti V.
Beberapa prestasi yang berhasil diraih antara lain juara lomba penulisan karya ilmiah tingkat lokal dan nasional, seperti 2nd Place National Scientific Writing Competition GAPKI dalam rangka Borneo Forum ke-7, 2nd Place JPTI Scientific Poster Competition yang diselenggarakan IPB, serta mengikuti program PKM-RE.

