Yogyakarta, mediaperkebunan.id – Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta merupakan perguruan tinggi dengan core competency di bidang perkebunan yang telah meluncurkan inisiatif strategis dalam transformasi ekosistem pembelajaran berbasis digital. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor INSTIPER, Ir. Dr. Harsawardana, M.Eng. dalam Dies Natalis INSTIPER ke-67 tahun pada hari Rabu, (10/12/2025) di Gedung GRHA Instiper Yogyakarta.
“INSTIPER memahami bahwa saat ini dan di masa 5-10 tahun ke depan diperlukan kompetensi Sumber Daya Manusia yang mampu beradaptasi secara aktif terhadap perubahan yang disrupti pada lanskap pendidikan yang dipicu oleh perubahan cepat dan kompleks dari dunia usaha dan bisnis serta perubahan demografi pendudukan yang akan didominasi oleh generasi Z,” tutur Harsawardana.
Faktor eksternal yang meliputi politics, economy, social technology, law, environment (PESTLE) serta faktor lestari, berkelnjutan, geopolitik, geoekonomi serta perubahan iklim yang ekstrem serta dampaknya menjadi pendorong signifikan dalaam banyak aspek kehidupan memaksa banyak pihak mendesain ulang aktivitasnya termasuk entitas perguruan tinggi.
INSTIPER sendiri telah mengembangkan kurikulum dengan konsep “Link and Match” sejak 20 tahun yang diimplementasikan memakai wahana kemitraan strategis. Kemudian INSTIPER juga menggunakan metode pembelajaran berbasis blok dan modular yang diimplementasikan melalui kombinasi strategis antara aktivitas intrakurikuler dan kokurikuler, ekstrakurikuler yang akan memberikan keleluasaan yang berarti adaptif dan fleksibel kepada mahasiswa yang sesuai kapasitas dan kecepatan individu dalam proses belajar.
“Hasilnya adalah terbangunnya fondasi kuat bagi mahasiswa/ peserta didik dalam segi kreativitas, berpikir kritis, logis dan komprehensif yang akan menumbuhkan kemampuan berpikir analitis dan sintetis serta kemampuan pamungkas dalam memecahkan masalah yang pelik (problem solving) di masyarakat, dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja,” ujar Harsawardana.
Lebih lanjut, Ketua Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), Dr. Ir. Purwadi, M.S. menegaskan tentang pentingnya memberdayakan bumi, air, dan kekayaan alam sebagai anugerah Tuhan secara lestari, tangguh, penuh pengabdian, dan bermoral.

“Dengan visi tersebut tentu aliran pendidikan yang diselenggarakan YPKPY menganut mashab kelestarian. Setiap insan SDM yang dihasilkan oleh INSTIPER dan AKPY dalam berkarya wajib memiliki jiwa dan sikap yang memperhatikan azas-azas lestari,” tegas Purwadi.
Purwadi menegaskan bahwa kelimpahan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi baru yang memiliki cara berpikir dan budaya kerja yang baru disebut sangat match dengan perkembangan teknologi saat ini. “Saat ini era pembangunan ekonomi yang mengandalkan kelimpahan SDA dan tenaga kerja murah telah selesai. Maka tata kelola pembangunan ekonomi berbasis SDA harus bertransformasi dengan pertanian instensif yang terap lestari dengan memanfaatkan teknologi SDM unggul,” tuturnya.
INSTIPER pun telah mendesain transformasi dalam penyelenggaraan pendidikan untuk menerapkan membangun sistem produksi perkebunan yang presisi, optimal, dan menjamin kelestarian. Pada momen Dies Natalis INSTIPER ke-67 telah dilakukan peletakan batu pertama Gedung Technology and Innovation Center yang akan launching pada tahun 2026.
Hadir sebagai solusi kerusakan ekonomi berbasis sumber daya alam, INSTIPER yakin bahwa proses perkebunan yang presisi, optimal, dan juga lestari hanya dapat tercapai dengan pemanfaatkan teknologi baru yang dikombinasikan dengan SDM unggul dan terampil serta dibarengi dengan pengembangan moral dan etika berkarakter.

