Jakarta, mediaperkebunan.id – Setelah pada periode Agustus lalu meroket sebanyak Rp 637 per liter, harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel kembali meroket untuk periode September 2025 ini.
Namun bedanya adalah besaran kenaikan HIP BBN biodiesel kali ini “cuma” Rp 421 per liter berdasarkan perhitungan yang dilakukan mediaperkebunan.id, Senin (1/9/2025), terhadap selisih kenaikan yang terjadi berdasarkan penetapan dari pemerintah.
Dalam hal ini tentu saja yang dimaksud adalah penetapan yang diumumkan oleh pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru dan Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kenaikan harga biodiesel pada periode September ini, kata Eniya Listiani Dewi selaku Direktur Jenderal (Dirjen) EBTKE Kementerian ESDM dalam keterangan resminya, ternyata dipengaruhi oleh sejumlah faktor lainnya.
Yaitu adanya kenaikan harga kurs US Dollar, yang bila dirata-ratakan dengan merujuk pada kurs yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) mengalami kenaikan sebanyak Rp 53 berdasarkan perhitungan sepanjang periode 25 Juli sampai 24 Agustus 2025.
Faktor lainnya adalah perkembangan harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berdasarkan hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) untuk periode yang sama, yaitu 25 Juli sampai 24 Agustus 2025, sebanyak Rp 754 per liter.
Eniya Listiani Dewi mengingatkan bahwa besaran HIP BBN jenis biodiesel yang telah ditetapkan akan bertambah nilainya seiring dengan munculnya biaya angkut yang yang besarannya ditetapkan dalam
Lampiran I Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025
Berikut HIP BBN jenis biodiesel per liter (ditambah ongkos angkut) untuk periode September 2025:
Biodiesel : Rp 13.948 (sebelumnya Rp 13.527. Naik Rp 421)
Rata-rata CPO PT KPBN : Rp 14.166 (sebelumnya Rp 13.412. Naik Rp 754)
Biaya konversi CPO ke Biodiesel : USD 85 per metrik ton (tetap)
Konversi nilai kurs USD BI: Rp 16.316 (sebelumnya Rp 16.263. Naik Rp 53)

