Jatinangor, mediaperkebunan.id – Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera bekerjasama dengan Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi & Industri Universitas Pandjajaran (Unpad) menggelar Seminar Nasional Hilirisasi Agroforestri Berbasis Sukun di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu (20/8). Acara ini menegaskan peran sukun sebagai komoditas strategis yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi mendorong model bisnis agroforestri berkelanjutan di Indonesia.
Mengusung tema “(R)evolusi Hilirisasi Agroforestri Berbasis Sukun Menuju Kedaulatan Pangan & Model Bisnis Potensial yang Berkelanjutan,” seminar menghadirkan lintas pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, akademisi, hingga organisasi internasional.
“Breadfruit more than just food – Sukun lebih dari sekadar sumber bahan pangan,” menjadi pesan utama seminar yang menekankan pentingnya hilirisasi tanaman sukun dari hulu hingga hilir.
Sukun Sebagai Solusi Pangan dan Lingkungan
Menurut Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera, agroforestri berbasis sukun bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi, tetapi juga memberi dampak positif terhadap lingkungan. “Sistem agroforestri sukun ini dapat menjadi basis penghidupan masyarakat, karena pohon sukun mampu tumbuh di berbagai lahan termasuk lahan marginal,” jelasnya dalam surat keterangan acara.
Model agroforestri sukun diharapkan mampu membantu reforestasi hutan, menjaga keanekaragaman hayati, hingga memperkuat ketahanan energi dan air.
Seminar dibuka oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. dr. Arief S. Kartasasmita, Sp.M (K), M.Kes., Ph.D., dengan laporan dari Prof. DR. Ir. Ganjar Kurnia dan sambutan dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, SE.
Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara, antara lain Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, MA, Ph.D., Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, SH., MH., Wamenkop Dr. Ferry Joko Juliantono, Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal, M.Sc., Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto, Dirjen PDASRH KLHK Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum., hingga Ketua Team Pakar Presiden RI, DR. Burhanudin Abdulah.
Hilirisasi Sukun Menuju Ekspor dan Nilai Tambah
Program hilirisasi agroforestri berbasis sukun juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk olahan sukun. Potensi pasar sukun tidak hanya domestik, tetapi juga internasional. Produk hilirnya ditargetkan menembus pasar ekspor sehingga memberikan dampak ekonomi langsung kepada petani, koperasi, dan pelaku industri.
“Agroforestri berbasis sukun harus menjadi gerakan masyarakat yang mendapat legitimasi dari pemerintah. Masyarakat harus ditempatkan sebagai subyek perubahan, sementara Yayasan dan Perguruan Tinggi berperan sebagai pen-transformasi ide dan gagasan,” tegas pernyataan seminar.
Dengan demikian, diharapkan pogram agroforestri berbasis sukun mampu ikut membantu ikut mengatasi tantangan reforestrasi hutan, penigkatan ekonomi masyarakat dab memperkokoh ketahanan pangan nasional, enerji dan air dalam pembangunan nasional.
Sukun, Pilar Baru Hilirisasi Pangan Nasional
Melalui seminar ini ditegaskan bahwa hilirisasi sukun tidak hanya menjadi strategi pemenuhan pangan, tetapi juga pintu masuk membangun ekonomi hijau dan bisnis agroforestri berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, akademisi, dan masyarakat, sukun berpotensi menjadi pilar baru dalam roadmap kedaulatan pangan nasional.

