Bogor, mediaperkebunan.id – Helm berbahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) semakin diminati pasar. Permintaannya terus meningkat.
“Dari waktu ke waktu permintaan helm dari tandan sawit semakin meningkat. Pesanan terus naik,” ujar CEO PT Interisti Material Maju, Andika Kristinawat, Jumat (21/2/2025).
Andika menyebutkan, helm sawit telah terjual lebih dari 5.000 unit semenjak 2017 di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, kata Andika, pemasaran helm sawit masih terbatas pada marketplace atau secara online. Menurut Andika, keunggulan helm sawit ini termasuk produk bio composite serta berpenguat serat alam.
“Helm sawit ini juga berkontribusi dalam pengurangan limbah dan hasil ujinya lebih bisa meredam benturan,” jelas Andika.
Kepala Riset and Development PT IMM Dr Siti Nikmatin mengatakan, tandan kosong kelapa sawit merupakan salah satu material padat hasil samping dari proses pengolahan minyak sawit.
“Selama ini, TKKS dikumpulkan di area sekitar pabrik yang digunakan sebagai pupuk,” ujar Nikmatin.
Nikmatin menuturkan, pada prinsipnya TKKS di pabrik sawit sangat melimpah untuk menjadi bahan baku produk bernilai tambah tinggi.
“Dua hari lalu saya ditelpon pabrik sawit di Kalimantan Barat dengan kapasitas 60 ton per jam yang meminta dukungan solusi pengolahan di pabrik sawit mereka,” ujar Nikmatin yang juga pengajar di Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB university).
Siti mengatakan telah mengembangkan inovasi dengan membuat helm berbahan baku tambahan dari serat TKKS. Risetnya sendiri mulai 2015 yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (sekarang BPDP).
Dikatakan Siti, material TKKS dapat diolah menjadi serat dengan berbagai macam ukuran yaitu panjang, pendek, mikro dan nano. Serat ini menjadi bahan baku filler (penguat) polimer ABS dalam pembuatannya. Menurut Nikmatin, serat di dalamnya berfungsi untuk menyerap tumbukan ketika terjadi insiden kecelakaan.
“Jadi energi yang muncul dari tumbukan ini tidak langsung mengenai kepala pengguna, melainkan dapat diserap serat terlebih dahulu,” jelas Nikmatin.
Produk helm sawit merupakan green composit yang telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan memiliki hak paten. Siti mengatakan, IPB University sendiri mendorong setiap hasil risetnya diwujudkan sampai ke produk hilir agar bisa dikomersalisasikan.
“Maka lahirlah PT Interisti Material Maju untuk mengkomersialkan produk helm, rompi, dan lainnya,” ujar Siti Nikmatin.
Dalam rangkaian Workshop Jurnalis Industri Hilir Sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengajak jurnalis berkunjung ke PT Intertisi Material Maju (IMM) yang berlokasi di Kelurahan Bubulak, Bogor pada Jumat (21/2/2025). Agenda ini juga didukung GIMNI, APROBI, DMSI, dan GAPKI yang dijadwalkan berlangsung pada 21-22 Februari 2025 di Bogor, Jawa Barat. Selain helm, proses pengolahan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) telah dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti helm motor, helm safety, tas, alas kaki, hingga rompi anti peluru.

