Suka Makmur, mediaperkebunan.id – Sudah jamak diketahui kalau harga pembelian tandan buah segar (TBS), baik produksi para petani sawit plasma maupun swadaya- di berbagai daerah di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan sejak Desember 2024 yang lalu Penurunan tersebut diketahui sebagai imbas dari kemerosotan harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar domestik dan global yang terjadi hingga 28 Januari 2025 ini.
Tetapi, Kawan Medbun yang budiman, setidaknya mulai tanggal 29 dan 30 Januari ini diketahui harga CPO mulai menunjukan perbaikan, setidaknya berdasarkan hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN). Dampaknya bisa dilihat pada perkembangan harga TBS produksi para petani di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, yang terhitung masih berada di zona yang kuat walau terus mengalami penurunan.
Berdasarkan laporan pihak Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Nagan Raya yang diperoleh Mediaperkebunan.id, Jumat (31/1/2025), diketahui kalau harga TBS di berbagai pabrik kelapa sawit (PKS) setempat diketahui masih berada di zona kuat atau masih di atas Rp 2.500 per kilogram (Kg).
“Paling rendah harga TBS petani berada di kisaran Rp 2.600-an per Kg. Harga tersebut berkembang di sejumlah PKS di Nagan Raya ini mulai Kamis (30/1/2025) sore,” ungkap Muchtar Abdullah, seorang petani sawit swadaya, kepada Mediaperkebunan.id.
Berikut ini perkembangan harga TBS per Kg di berbagai PKS di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, sejak 30 Januari 2025 hingga saat ini:
- PT Fajar Baizury & Brothers (FBB) Rp 2.700
- PT Ensem Lestari Rp 2.630
- PT Sawit Nagan Raya Makmur (SNRM) Rp 2.700
- PT Ujong Neubok Dalam (UND) Rp 2.630
- PT Kharisma Iskandar Muda (KIM) Rp 2.700
- PT Raja Marga (RM) Rp 2.700
- PT Surya Panen Subur (SPS) 2 Rp 2.750

