Jakarta, mediaperkebunan.id – Di pasar internasional, harga lada global juga tidak mencatat fluktuasi baru. Berdasarkan sumber dari International Pepper Community (IPC), harga lada global di beberapa negara produsen utama pada 8 September 2025 tercatat sebagai berikut:
- Indonesia: harga lada hitam Lampung bertahan di level 7.087 USD/ton, sedangkan lada putih Muntok tetap di 10.042 USD/ton.
- Malaysia: harga lada hitam ASTA Kuching berada pada 9.700 USD/ton, sementara lada putih ASTA diperdagangkan di 12.900 USD/ton.
- Brasil: harga lada hitam ASTA 570 masih berada di ambang 6.600 USD/ton.
- Vietnam: harga lada hitam 500 g/l diperdagangkan pada 6.240 USD/ton, lada hitam 550 g/l pada 6.370 USD/ton, dan lada putih di level 9.150 USD/ton.
Jika dibandingkan dengan pekan lalu, pergerakan harga cenderung berlawanan di beberapa wilayah. Pasar Brasil sempat mengalami kenaikan signifikan, sementara di Indonesia terjadi fluktuasi campuran. Negara-negara produsen lain relatif stabil. Dengan demikian, harga lada dunia hari ini masih bergerak sideways atau mendatar.
Ekspor Lada Global
Menurut data Vietnam Pepper and Spice Association (VPSA), ekspor lada Vietnam pada Agustus 2025 mencapai 21.464 ton dengan nilai 139,8 juta USD. Jumlah ini naik 2,6% secara volume dan 1,7% secara nilai dibanding Juli. Jika dibanding Agustus 2024, kenaikan lebih signifikan, yakni 10,6% untuk volume dan 19,5% untuk nilai.
Harga ekspor rata-rata tercatat 6.335 USD/ton untuk lada hitam dan 8.562 USD/ton untuk lada putih, sedikit terkoreksi masing-masing 0,9% dan 0,1% dibanding bulan sebelumnya. Amerika Serikat tetap menjadi pasar utama dengan pangsa 22,4% atau setara 4.807 ton, melonjak 40,3% dari bulan Juli. Ekspor ke China juga naik tajam 36,2%, mencapai 2.300 ton.
Dari sisi Indonesia, geliat ekspor lada juga menunjukkan tren positif. Pada 8 Agustus 2025, Balai Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melepas ekspor lada putih sebanyak 51 ton dengan nilai sekitar Rp 8,1 miliar. Komoditas tersebut dikirim ke Malaysia, Vietnam, dan Taiwan sehingga menandai penguatan peran Bangka Belitung sebagai salah satu sentra utama lada nasional.
Secara umum, Indonesia berhasil menjaga performa ekspor lada sejak tahun 2024. Nilai ekspor lada pada tahun lalu mencapai 311 juta USD, tumbuh lebih dari 105% dibandingkan tahun 2023.

