Jakarta, mediaperkebunan.id – Harga lada dunia pada 26 Maret 2025 terus bertahan di level tinggi, didorong oleh meningkatnya permintaan dari pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah. Di sisi lain, terbatasnya pasokan dari negara-negara produsen seperti Vietnam, Indonesia, dan Brasil menjadi faktor utama yang mempertahankan tren harga yang stabil.
Dilansir dari International Pepper Community (IPC), harga lada dunia pada 26 Maret 2025 tetap stabil dengan sedikit fluktuasi dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya. Lada hitam Lampung tercatat di harga 7.241 USD/ton, sementara lada putih Muntok berada di level 10.069 USD/ton.
Pasar Malaysia juga menunjukkan tren serupa. Harga lada hitam ASTA Malaysia saat ini berada di angka 9.900 USD/ton, sedangkan lada putih ASTA mencapai 12.400 USD/ton. Sementara itu, harga lada di Brasil tetap stabil setelah mengalami kenaikan sebelumnya, dengan harga pembelian di kisaran 7.000 USD/ton.
Di Vietnam, pasar ekspor lada tetap tinggi dan stabil. Harga ekspor lada hitam ukuran 500 g/l mencapai 7.100 USD/ton, sementara ukuran 550 g/l dibanderol 7.300 USD/ton. Lada putih Vietnam juga bertahan di harga 10.100 USD/ton.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Lada Dunia
- Pasokan Terbatas – Negara-negara produsen utama melaporkan penurunan produksi akibat cuaca buruk dan kenaikan biaya produksi.
- Permintaan yang Meningkat – Pasar internasional, terutama industri makanan dan rempah-rempah, terus meningkatkan permintaan impor.
- Stabilitas Nilai Tukar USD – Dolar AS yang kuat turut berperan dalam mempertahankan harga lada di pasar global.
Dengan kombinasi faktor ini, harga lada diperkirakan tetap berada di level tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Jika pasokan tetap terbatas sementara permintaan terus meningkat, pasar lada global akan terus mengalami tren kenaikan harga.

