Jakarta, mediaperkebunan.id – Pasar lada dunia kembali menunjukkan dinamika yang menarik pada Rabu, 6 Agustus 2025. Berdasarkan data International Pepper Community (IPC), harga lada mengalami pergerakan signifikan, terutama di pasar Vietnam yang mencatat kenaikan harga pada hampir semua jenis lada. Sementara itu, harga lada di Indonesia dan Malaysia tercatat stabil setelah sempat mengalami lonjakan sehari sebelumnya.
Harga Lada Dunia
Vietnam mencatat kenaikan harga untuk ketiga jenis lada yang dipantau IPC. Lada hitam 500 g/l naik sebesar 1,60% menjadi 6.240 USD/MT, sementara lada hitam 550 g/l mengalami kenaikan 1,57% menjadi 6.370 USD/MT. Tidak hanya lada hitam, lada putih ASTA Vietnam juga mengalami kenaikan harga sebesar 1,12% menjadi 8.950 USD/MT.
Kenaikan harga ini belum diikuti oleh perubahan signifikan di harga ekspor. Untuk ekspor, lada hitam 500 g/l Vietnam tetap diperdagangkan pada harga 6.140 USD/MT, dan lada hitam 550 g/l pada 6.270 USD/MT, sementara lada putih bertahan di 8.850 USD/MT.
Berbeda dengan Vietnam, harga lada Indonesia pada 6 Agustus 2025 terpantau stabil. Hal ini menyusul kenaikan harga yang terjadi pada 5 Agustus 2025. Saat itu, harga lada hitam Lampung naik 0,63% menjadi 7.108 USD/MT, sementara harga lada putih Muntok meningkat 0,64% menjadi 9.937 USD/MT. Hingga hari ini, harga tersebut belum mengalami perubahan lanjutan.
Sementara itu, harga lada Malaysia juga tidak mengalami perubahan. Lada hitam Kuching ASTA diperdagangkan pada harga 8.900 USD/MT, sedangkan lada putih ASTA Malaysia bertahan di level 11.750 USD/MT.
Untuk pasar Brasil, harga lada hitam ASTA 570 berada pada 6.000 USD/MT. Meski harga stabil, Brasil menunjukkan performa ekspor yang cukup impresif dalam beberapa bulan terakhir.
Prospek Produksi Global: Tren Penurunan Berlanjut
Dilansir dari Surat Kabar Pertanian Vietnam menurut laporan Asosiasi Lada dan Rempah-rempah Vietnam (VPSA), produksi lada global pada tahun 2025 diperkirakan akan turun sebesar 7,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi tahun ketiga berturut-turut produksi lada dunia mengalami penurunan. Penurunan terutama terjadi di negara produsen utama seperti India dan Indonesia, sementara Brasil diprediksi mencatat peningkatan produksi, namun belum cukup untuk menutup kekurangan global.
Hingga bulan Juni 2025, ekspor lada Brasil telah mencapai 49.761 ton, meningkat 33,8% secara volume dan melonjak 118,6% dari sisi nilai dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, Amerika Serikat sebagai salah satu importir utama lada dunia tercatat mengurangi pembelian dari Vietnam namun meningkatkan impor dari negara lain dengan total volume impor lada AS mencapai 36.260 ton, turun 3,3% dibandingkan tahun lalu.
Di sisi lain, harga ekspor lada hitam di sejumlah negara besar mengalami tekanan pada kuartal kedua 2025 terutama akibat dampak dari tarif AS dan ketegangan geopolitik global. Vietnam dan Brasil mengalami penurunan harga ekspor paling tajam, masing-masing sebesar 13% dan 12,4%. Di Vietnam, panen lada pada 2025 diperkirakan hanya mencapai 180.000 ton, turun 10.000 ton dibandingkan tahun 2024.

