Jakarta, mediaperkebunan.id – Harga lada dunia pada 19 November 2025 tercatat bergerak relatif stabil. Di antara negara-negara produsen besar yakni Indonesia, Malaysia, Brazil, dan Vietnam, hanya Indonesia yang mengalami penurunan harga. Sementara negara produsen lainnya berada pada kisaran harga yang hampir sama dengan hari sebelumnya.
Data dari International Pepper Community (IPC), di Indonesia harga lada turun tipis. Lada hitam Lampung melemah 0,3 persen menjadi USD 7.087 per ton. Penurunan yang sedikit lebih besar terjadi pada lada putih Muntok yang turun 0,99 persen menjadi USD 9.649 per ton. Meski tidak signifikan, pergerakan ini cukup mempengaruhi dinamika perdagangan dalam negeri.
Berbeda dengan Indonesia, harga lada di Malaysia tetap stabil. Lada hitam Kuching ASTA tercatat berada di USD 9.200 per ton, sementara lada putih ASTA berada pada level USD 12.300 per ton. Stabilitas juga terlihat di Vietnam, dengan harga lada hitam 500 g/l di USD 6.400 per ton, 550 g/l di USD 6.600 per ton, dan lada putih di USD 9.050 per ton. Brazil justru menunjukkan arah yang berbeda. Harga lada hitam ASTA 570 naik dan diperdagangkan di USD 6.170 per ton.
Kombinasi penurunan di Indonesia, kenaikan di Brazil, serta kestabilan di negara lain membuat harga lada global secara keseluruhan tidak mengalami perubahan besar. Pasar cenderung bergerak datar karena pergerakan antarnegara saling menyeimbangkan.
Dilansir dari Agriculture and Environment Newspaper Vietnam, dinamika perdagangan global juga dipengaruhi oleh kebijakan terbaru Amerika Serikat. Pada 14 November 2025, Presiden Trump menandatangani Perintah Eksekutif yang mengatur penyesuaian tarif timbal balik yang berlaku sejak April 2025. Melalui kebijakan ini, AS membebaskan tarif untuk sejumlah komoditas pertanian seperti kopi, teh, kakao, rempah-rempah termasuk lada, buah tropis, jus, pisang, sitrus, tomat, dan daging sapi. Aturan tersebut mulai berlaku pada 13 November 2025. Pemerintah AS menilai kebijakan pelonggaran tarif ini layak diterapkan karena adanya kemajuan negosiasi perdagangan serta kondisi domestik yang mendukung.
Meski begitu, kebijakan ini tidak menghasilkan gejolak signifikan pada harga lada di pasar internasional. Para pelaku pasar telah mengantisipasi perubahan tersebut sehingga dampaknya bersifat minimal. Secara keseluruhan, harga lada dunia pada 19 November 2025 dapat dikatakan stabil. Penurunan kecil di Indonesia dan kenaikan di Brazil tidak memberi pengaruh yang signifikan, sementara negara produsen lainnya masih berada pada rentang harga yang sama.

