Jakarta, mediaperkebunan.id – Untuk sepanjang bulan April 2025 ini, harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel yang berbahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sudah mendekati level Rp 14 300 untuk setiap liternya.
“Hal ini sesuai ketentuan pasal 18 ayat (3) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 132 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan,” demikian petikan tertulis dari Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi.
Dalam keterangan tertulis yang diperoleh Mediaperkebunan.id dari laman resmi Kementerian ESDM, Rabu (9/4/2025), Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa penetapan HIP BBN biodiesel sawit tersebut berpatokan pada besaran konversi harga CPO per Dolar Amerika Serikat (AS) yang ditetapkan sebesar US$ 85 per metrik ton (MT).
Akan tetapi, kata Eniya Listiani Dewi lebih lanjut, HIP BBN biodiesel sawit tersebut belum ditambah lagi dengan ongkos angkut sesuai dengan regulasi yang telah diumumkan oleh Kementerian ESDM.
“Semuanya telah sesuai dengan ketentuan Diktum Kesatu dari Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang HIP BBN Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak (BBM)Jenis Minyak Solar,” ungkap Eniya Listiani Dewi.
“Dan perlu diketahui bahwa penetapan besaran ongkos angkut biodiesel sawit ini berdasarkan ketentuan yang telah ada di lampiran I Kepmen ESDM Nomor 153.K/EK.05/DJE/2024,” sambung Ditjen EBTkE Kementerian ESDM tersebut.
Sama seperti penetapan HIP BBN bioetanol tebu, Eniya Listiani Dewi juga mengatakan kalau penetapan HIP BBN biodiesel memiliki formula perhitungan yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Formula perhitungannya adalah didasari pada rata-rata harga CPO hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) sepanjang periode 25 Februari sampai 24 Maret 2025,” ia menerangkan.
“Dan dari proses tersebut, kemudian diketahui kalau harga rata-rata CPO selama sebulan adalah mencapai Rp 15.030 per liter,” ungkap Eniya Listiani Dewi menjelaskan.
Selanjutnya, rata-rata harga CPO sebesar Rp 15.030 per liter itu dikalikan US$ 85 per MT yang merupakan harga konversi, untuk selanjutnya dikali 870 kilogram (Kg) / meter kubik (M3), dan hasilnya kemudian ditambah ongkos angkut.
“Maka untuk berikutnya diputuskan kalau HIP BBN biodiesel sawit untuk periode April 2025 adalah sebesar Rp 14.290 per liter ditambah ongkos angkut,” tegas Eniya Listiani Dewi selaku Dirjen EBTKE pada Kementerian ESDM.

