Jakarta, mediaperkebunan.id – Riset yang akan ikut grant riset BPDP harus mengubah pola pikir akademis menjadi solusi industri sawit, kelapa, kakao. Proposal grant riset unggul bukan pemenuhan riset akademis tetapi peta jalan menuju solusi nyata yang berdampak terukur bagi keberlanjutan dan daya saing ekosistem sawit, kakao dan kelapa nasional. Tony Liwang dari Komite Riset BPDP menyatakan hal ini.
Tantangan terbesar riset bukan kurangnya ide tetapi kesenjangan kritis antara laboratorium dan industri. Grant riset BPDP adalah jembatan dari riset awal (TRL 4-6) ke komersialisasi. Riset harus berdampak pada keberlanjutan, nilai tambah produk, kesejahteraan petani , produktivitas dan efisiensi.
Lima prinsip utama adalah jelas, sesuai prioritas, inovatif, realistis, bernilai ekonomi sosial. Sedang 7 strategi berdampak nyata dan siginifikan, gap jelas belum terjawab, solusi metodologi kuat, luaran aplikatif dan berdampak, potensi komersialisasi tinggi, kolaborasi multidisiplin, dukungan mitra industri.
Riset prioritas tahun 2026 untuk budidaya adalah :
Kelapa sawit : teknologi kuratif pemulihan tanaman sawit terserang Ganoderma; aplikasi BMP pada PSR dan efisiensi pemupukan; bioteknologi maju, bioinformatika, genom editing; pemanfaatan AI dalam agronomi; digitalisasi manajemen perkebunan; aplikasi teknologi drone.
Kelapa : pemuliaan dan teknologi perbanyakan massal benih kelapa; penerapan GAP spesifik lokasi; teknologi pengendalian OPT yang efektif dan ramah lingkungan; pengembangan diagnostik molekular untuk deteksi dini.
Kakao : pemuliaan, varietas, perbanyakan, penyimpanan dan distribusi benih; budidaya kakao adaptif perubahan iklim (GAP); pengendalian PBK, busuk buah dan VSD; kajian model agroforestry kakao.
Bidang pangan, pakan, kesehatan :
Kelapa sawit : pemanfaatan komponen minyak sawit dan produk samping untuk fitokimia, pangan sehat, food igridients, aditif dan suplemen; pengembangan pangan fungsional berbasis minyak sawit; penelitian pra klinis manfaat minyak sawit; identifikasi dan mitigasi kontaminan (MOSH, MOAH dan lain-lain); pengembangan rapid test kit untuk mutu dan kontaminan; study best practises penggunaan minyak/lemak sawit; studi penggunaan pakan fungsional berbasis sawit.
Kelapa : pengembangan fungsional food dan nutracetical berbasis bioaktif kelapa; inovasi pakan ternak berbasis biomassa dan residu kelapa; pengembangan health ingridients dan produk kesehatan berbasis kelapa.
Kakao : pengembangan pangan kakao bernilai tambah dan fungsional; pemanfaatan bioaktif kakao untuk produk kesehatan non medis; pengembangan produk cokelat dengan komoditas lokal spesifik; profiling mutu biji kakao berdasarkan keragaman geografis.
Bidang biomaterial dan oleokimia :
Kelapa sawit : teknologi pengolahan biomassa sawit untuk produk specialty/fine chemical bernilai ekonomi tinggi, ramah lingkungan dan berkelanjutan; pengembangan bahan oleokimia berbasis CPO untuk bahan baku kimia adi; pengembangan teknologi produksi specialty/fine chemical dari gliserol; pengembangan teknologi proses oleokimia yang efisien dibanding teknologi konvensional; pengembangan bahan penolong untuk mengurangi ketergantungan impor.
Kelapa : pengembangan rekayasa biomaterial lignoselulosa dan nanomaterial kelapa; pengembangan biokomposit rekayasa dan biomaterial structural berbasis kelapa; peningkatan efisiensi fraksinasi asam laurat, asam kaprilat dan asam kaprat; pengembangan bioavtur berbasis non standar kelapa dan bioethanol dari sabut kelapa.
Kakao : pengembangan biomaterial kakao berbasis hasil samping dan limbah kebun untuk nilai tambah; penguatan kinerja, stabilitas dan keamanan biomaterial kakao serta standarisasi mutu; pengembangan produk kakao untuk kosmetik, kesehatan dan bahan kimia khusus.
Bioenergi :
Kelapa sawit : pengembangan teknologi perbaikan karateristik dan sifat aliran dingin biodiesel untuk mendukung implementasi B50; pengembangan teknologi biohydrogen baterai, fuel cell, formc methane.
Kelapa : peningatan efisiensi, keandalan dan keberlanjutan rekayasa teknologi konversi bioenergi kelapa; standarisasi mutu dan peningatan kualitas bionenergi kelapa; pengembangan sistim bioenergi terintegrasi dan kesiapan hilirisasi.

