Selayar, mediaperkebunan.id – Gerakan menanam sejuta pohon kelapa bulat per tahun selama lima tahun yang bakal digelar pemerintah kabupaten (Pemkab) Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai 2026 tampaknya sangat serius dan direncanakan secara matang.
Di bawah bimbingan Bupati Muhamad Natsir Ali, Pemkab Kepulauan Selayar memasukan rencana penanaman sejuta pohon kelapa bulat tersebut ke dalam Program Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa Bulat dan sudah dimasukkan ke dalam belanja tahun anggaran (TA) 2026.
Pemkab Kepulauan Selayar pun, seperti dikutip Mediaperkebunan.id, Senin (18/8/2025), terus melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka mendukung peningkatan produksi pertanian, khususnya dalam menyukseskan penanaman kelapa bulat itu.
Bupati Muhammad Natsir Ali menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya sebatas penanaman semata, melainkan juga disiapkan ekosistem pendukung perkebunan kelapa bulat secara menyeluruh.
“Baik dari sisi pengendalian hama, khususnya hama tupai dan babi, penguatan peternakan sapi di sekitar perkebunan kelapa, hingga pemanfaatan limbah pertanian kelapa bulat itu sendiri untuk keberlanjutan,” papar Bupati Natsir Ali.
Sebagai langkah awal, kata Bupati, Pemkab Selayar akan menggelar Lomba Ammurang atau berburu babi hutan yang selama ini menjadi hama serius bagi tanaman muda, terutama di perkebunan kelapa bulat.
Kegiatan ini, kata Bupati Muhammad Natsir Ali, sekaligus menjadi upaya pelestarian kearifan lokal dalam pengendalian hama secara alami, tanpa menggunakan bahan-bahan kimiawi.
Selanjutnya, beber Bupati lagi, Pemkab Kepulauan Selayar juga akan mendorong pembangunan dan penyediaan kandang ternak sapi di setiap desa yang menjadi lokasi penanaman pohon kelapa bulat.
“Jadi nantinya Kandang bagi peternakan sapi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeliharaan ternak, tetapi juga mendukung pertanian dan peternakan,” ucap Bupati Kepulauan Selayar.
“Bukan tanaman kelapa bulatnya yang dipagari kawat, akan tetapi peternakan sapinya yang dikandangkan,” sambung Bupati Natsir Ali lebih lanjut.
Menurutnya, perluasan kandang sapi akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan peningkatan populasi ternak di tiap desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Program ini, tegas Bupati Natsir Ali, sejalan dengan visi Gemerlap Selayar. Karena, ungkap Bupati, selain kelapa bulat, lahan juga akan ditanami pisang dan jagung sebagai tanaman sela.
“Limbah dari tanaman tersebut akan menjadi sumber pakan ternak, kotoran ternak akan menjadi pupuk tanaman, hal ini menciptakan sistem pertanian terpadu yang efisien dan ramah lingkungan.” ucapnya
Selain itu, pemerintah desa juga akan diminta untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 juta per tahun guna pemberantasan hama tupai, yang kerap merusak buah kelapa.
“Sebagai insentif, setiap ekor tupai yang ditangkap akan dihargai Rp 5.000, dengan target minimal 1.000 ekor per desa per tahun untuk dimusnahkan,” tegas Bupati Natsir Ali.
Dengan strategi terpadu ini, dia berharap program penanaman lima juta pohon kelapa selama lima tahun atau sejuta setahun tidak hanya berhasil dari sisi jumlah.
“Tetapi juga membawa manfaat ekonomi berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar,” tegas Bupati Natsir Ali.

