https://api.whatsapp.com/send?phone=6281361509763
17 June, 2022
Bagikan Berita

Jakarta, mediaperkebunan.id – Tantangan pengembangan kopi Nasional yang perlu digarisbawahi ada 5 hal yang mendasar, antara lain persoalan budidaya yang erat kaitan dengan produksi dan produktivitas, persoalan pascapanen dan pengolahan yang masih perlu dilakukan untuk mendukung nilai tambah produk kopi ditingkat petani sesuai dengan GHP, persoalan perilaku, dan standarisasi mutu, serta persoalan promosi, akses pasar dan diplomasi.

“Salah satu tantangan signifikan yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan minat dan kemauan para pekebun terutama dikalangan generasi muda atau milenial untuk dapat membesarkan agribisnis kopi ini secara luas. Disinilah pentingnya akademisi untuk mencetak SDM yang unggul di sektor pertanian, khususnya perkebunan,” ujar Dedi Junaedi Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Dedi pun menjelaskan, Nesta Academy merupakan salah satu sarana untuk menggapai itu semua dimana berbekal kemampuan inovasi dan teknologi di era industrial teknologi 4.0 ini. “Saya yakin kita mampu mencetak SDM perkebunan yang handal dan berdaya saing. Kami Jajaran Kementerian Pertanian khususnya Ditjen Perkebunan akan mendukung sepenuhnya berbagai kegiatan yang diinisiasi Nestra Academi kedepannya, tentunya dengan semangat dan tujuan menyebarkan ilmu untuk mencerdaskan generasi muda milenial bangsa utamanya meningkatkan kompetensi generasi muda untuk SDM komoditas kopi,” jelas Dedi.

Pada kesempatan yang sama, Senior Advisor Nestra Academi, Eka Yuli Astuti, menyampaikan bahwa, “Saya sangat mengapresiasi, terimakasih atas Dukungan Direktorat Pengolahan dan pemasaran Hasil Perkebunan yang selama ini mendampingi kami dalam memberikan berbagai masukan berharga terutama di bidang inovasi teknologi dan hilirisasi kopi,” ujar Eka.

Eka mengungkapkan, bahwa Layanan Nestra Academi, berupa kebijakan mutu skema sertifikasi profesi yang meliputi uji kompetensi sertifikasi profesi dan pelatihan kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Diantaranya seperti Barista Kopi, lalu ada TOT mempersiapkan pelatih (fasilitator) yang memenuhi standar untuk terakreditasi (diberikan Sertifikat Akreditasi Fasilitator). Lalu, kegiatan Test Question Conference (TQC) yang diikuti oleh para peserta ahli yang merupakan perwakilan dari Stakeholder (Dewan Sertifikasi) diantaranya para peserta ahli dalam penulisan Materi Uji Kompetensi dan training-training lainnya.

Baca Juga  Harga Kopi Oktober 2016

“Kami mengharapkan kedepannya akan terdapat kolaborasi yang lebih teknis antara Nestra Academi, PT. Nestra Kottama Indonesia, Universitas Negeri Semarang dan Direktorat PPH Perkebunan terutama dalam peningkatan peran akademisi dalam hilirisasi kopi,” pungkas Eka.

(Visited 20 times, 1 visits today)