Bandung, mediaperkebunan.id – Dalam sesi pemaparan di hari ketiga acara 3rd Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2025 di Bandung, Andyanto Lim dari PT GEA Westfalia Separator Indonesia memperkenalkan solusi terbaru proses pre-treatment SAF dan HVO pengolahan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) yang diklaim mampu menekan biaya operasional (OPEX) sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Selain itu beliau juga memaparkan keunggulan produk atau solusi GEA dalam pengolahan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME).
Dengan pengalaman lebih dari enam dekade di sektor ini, PT GEA Westfalia Separator Indonesia dikenal luas sebagai spesialis di Industry Minyak Nabati dan juga dalam penanganan lumpur (sludge specialist), dan terus memperkuat posisinya sebagai penyedia teknologi berkelanjutan untuk industri hulu hilir sawit serta bahan bakar terbarukan seperti Biodiesel, HVO dan SAF.
“Sustainability adalah hal yang sangat penting saat ini dan seharusnya menjadi perhatian utama bagi semua pelaku industry termasuk industry palm oil. GEA sebagai perusahaan global di bidang industry makanan dan minuman telah menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca secara bertahap dengan target akhir mencapai Net Zero di tahun 2040. Untuk mendukung target ini, pada bulan Juni 2023, GEA meluncurkan inisiatif Ad Better Product yaitu produk atau teknologi unggulan yang secara nyata meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak negative terhadap lingkungan. Dari sekian banyak produk Ad Better ini, ada 2 produk yang kami perkenalkan dalam sesi TPOMI ini yaitu GEA Pre2Fuel dan juga GEA Environmental Decanter,” ujar Andyanto Lim di hadapan peserta TPOMI.
“GEA Pre2Fuel adalah proses pretreatment HVO / SAF yang revolusioner karena mengeliminasi proses bleaching sehingga mengurangi konsumsi bleaching earth 100% dibandingkan dengan proses konvensional. Hal ini tidak saja memberikan potensi penghematan OPEX sampai 50%, namun juga mengurangi emisi Gas Rumah Kaca hingga 12%,” katanya.
“GEA Environmental Decanter untuk pengolahan limbah POME memberikan beberapa benefit utama yaitu kualitas produk limbah yang lebih baik yaitu cake yang lebih kering, centrate yang lebih jernih, mengurangi polymer / chemical, mengurangi biaya pembuangan (disposal cost), dan juga mengurangi emisi gas rumah kaca,” tambahnya.
“Dari uji coba yang kami lakukan terhadap berbagai jenis bahan baku SAF / HVO seperti UCO (Used Cooking Oil), POME, Acid Oil, Animal Fats menunjukkan keunggulan Teknologi GEA Pre2Fuel dalam mengurangi kadar kontaminan ke level yang minimum secara efektif dibandingkan dengan proses konvensional,” ucapnya.
Adapun terkait Decanter GEA untuk pengolahan POME, salah satu produk unggulan GEA adalah Decanter Prime Line, yang dirancang khusus untuk menangani limbah POME dengan kadar padatan tinggi. Teknologi ini dilengkapi internal gear desain GEA yang memberikan kontrol torsi optimal dan rentang kecepatan diferensial yang luas, sehingga proses pemisahan antara padatan dan cairan lebih stabil meskipun karakteristik limbah bervariasi.
“POME memiliki karakter yang sangat dinamis. Karena itu, diperlukan teknologi yang mampu menyesuaikan diri secara real time. Di sinilah keunggulan sistem kami berada,” lanjut Andyanto.
PT GEA Westfalia Separator Indonesia juga memperkenalkan fitur Varipond, yang memungkinkan penyesuaian otomatis terhadap kadar pemekatan sesuai dengan karakteristik limbah masuk. Teknologi ini berkontribusi besar dalam mengurangi konsumsi polimer dan meningkatkan efisiensi biaya produksi.
“GEA tidak hanya menawarkan produk, tapi solusi lengkap yang dikembangkan bersama dengan pelanggan kami, disesuaikan dengan tantangan operasional di lapangan,” tegas Andyanto.

