2022, 2 September
Share berita:

Jakarta, Mediaperkebunan id.

Bagi industri karet saat ini yang utama perlu diupayakan adalah meningkatkan pasokan bahan baku. Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan pasok bahan baku akibat terus menurunnya produksi karet nasional. Alex K Edi, Ketua Umum GAPKINDO (Gabungan Pengusaha Karet Indonesia) menyatakan hal ini pada Mediaperkebunan.id

Upaya ini diharapkan akan menjamin keberlanjutan eksistensi karet alam di Indonesia di masa mendatang. Menurunnya produksi perkebunan rakyat ditengarai merupakan dampak dari rendahnya harga karet dalam waktu yang cukup lama, perubahan iklim global, serangan penyakit daun terutama Pestalotiopsis dan semakin tuanya tanaman karet.

GAPKINDO mendorong pemerintah untuk fokus pada program peremajaan karet rakyat serta membantu petani dalam penanggulangan serangan penyakit.

“Kami minta kepada pemerintah agar mengupayakan peningkatan produktivitas karet nasional melalui peremajaan karet rakyat dengan menggunakan bibit unggul,. Mencari alternatif diversifikasi yang menguntungkan dan dapat menambah pendapatan petani. Meningkatkan peranan kelembagaan hulu dan hilir di sektor perkaretan nasional,” katanya.

Rendahnya harga karet yang berlangsung cukup lama, kemudian sempat naik sedikit, sekarang turun lagi mengakibatkan kurangnya motivasi petani dalam melakukan penyadapan karet di kebun. Hal ini berakibat pada penurunan produktivtas.

Selain itu harga yang rendah mengakibatkan tidak sedikit petani yang mengkonversi lahannya dengan menanam tanaman yang lebih menguntungkan secara ekonomi. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan keterbatasan pasokan bahan baku di lapangan sehingga utilitas pabrik menurun pada tingkat yang tidak efisien dan menambah beban biaya olah.

Saat ini beberapa negara di Afrika, Amerika Selatan dan Asia seperti Filipina. Bagi Gapkindp hal ini tidak menjadi masalah karena karet adalah komoditas bebas. Upaya yang bisa dilakukan oleh pengusaha karet Indonesia menghadapi pesaing baru adalah menjaga mutu dan hubungan yang sudah lama terjalin dan terjaga baik dengan para pembeli luar negeri.

“Indonesia merupakan market leader untuk jenis produk TSR 20 yang telah dikenal di pasar dunia dan menjadi keunggulan karet Indonesia,” katanya.

Beberapa waktu lalu karena kekurangan bahan baku, beberapa pabrik crumb rubber terpaksa mengimpor bokar dari beberapa negara seperti Vietnam dan beberapa negara Afrika. Menurut Alex, impor tidak dapat dihindari untuk pemenuhan kontrak yang sudah dibuat oleh pabrik karet dengan pembeli luar negeri. Keterbatasan bahan baku membuat pabrik karet tidak memiliki pilihan lain yang rasional untuk memenuhi kontrak yang telah disepakati tersebut.