2023, 26 Juni
Share berita:

KOTAWARINGIN BARAT, mediaperkebunan.id – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) serta Kelompok Mangrove Talok, Desa Sabuai kembali melanjutkan misi penanaman mangrove untuk periode kedua.

“Apa yang dilakukan GAPKI sangat luar biasa, ini menjadi contoh untuk yang lain,” kata PJ Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Budi Santosa dalam sambutannya di pantai Desa Sabuai, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Sabtu (24/6/23).

Budi mengapresiasi yang tinggi kepada GAPKI dan Kemenko Marves atas kolaborasi yang dijalin untuk menjaga keberlanjutan lingkungan di Kobar.

Ketua Bidang Kampanye Positif GAPKI, Agam Fatchurrochman mengatakan, tingkat keberhasilan program tahap pertama sebesar 90%. Penanaman 33.000 bibit mangrove itu dilakukan di lahan seluas 10 hektare (ha) dengan jarak tanam 1,00 meter, jarak antar jalur 4,00 meter dan SPH 2.500 – 3.300 per ha. Jenis bibit yang ditanam meliputi buah bakau sebanyak 31.350 (95%) dan bibit semai sebanyak 1.650 (5%).

Adapun pada tahap kedua dilakukan penanaman di area lebih luas sekitar 20 ha yang berlokasi di sebelah lokasi tahap pertama dan akan dibagi kedalam 2 sesi tanam. Jadwal tanam sesi pertama akan dimulai pada Juli 2023, dengan pemeliharaan tanaman selama 3 bulan, mulai Juli hingga November 2023.

Sebanyak 26.400 batang bibit mangrove telah disiapkan untuk penanaman pada sesi pertama tahap kedua ini, yang terdiri dari jenis api-api (Avicennia) sebanyak 2.640 batang, bakau (Rhizophora) sebanyak 21.120 batang dan perepat pedada (Sonneratia) sebanyak 2.640 batang. Selain itu, telah dibangun pula pondok pembibitan mangrove di lokasi program untuk mendukung keberhasilan penanaman.

Sementara itu, Koordinator Pengendalian Pemanfaatan dan Pelestarian Hutan Kemenko Marves, Fatma Puspitasari menyampaikan, Kemenko Marves mengapresiasi komitmen GAPKI dalam rehabilitasi mangrove.

Baca Juga:  2.500 Hektar Kelapa Sawit Di Konawe Utara Siap Diremajakan

“Giat TJSL rehabilitasi mangrove merupakan kontribusi dari dunia usaha yang patut kita apresiasi,” ujarnya Fatma.

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono menyampaikan komitmen GAPKI dalam melindungi dan melestarikan lingkungan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap program ini dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove dan memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim,” tutur Mukti dalam keterangan tertulisnya yang diterima mediaperkebunan.id.

Penanaman mangrove tidak hanya memiliki manfaat ekologis, tetapi juga penting karena berdampak secara keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat yang bergantung pada sumber daya alam di sekitar. (*)