Labuhanbatu, Mediaperkebunan.id – Ganoderma adalah musuh nomor satu petani kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Banyak pokok sawit petani pada umur 10 tahun terserang. Bambang Sugiarto, Ketua Koperasi Produsen Nahoda Agro Mandiri, Desa Perbaungan, Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu menyatakan hal ini kepada Mediaperkebunan.
“Bukan hanya pokok sawit petani saja yang terserang. Perkebunan swasta dan PTPN di Labuhanbatu juga banyak yang terkena,” katanya.
Mayoritas areal petani yang terserang Ganoderma dibiarkan begitu saja sampai tumbang sendiri. Petani tahu sebenarnya ada beberapa perlakukan yang bisa dilakukan, tetapi keterbatasan dana membuat tidak dilakukan.
Upaya yang dilakukan saat ini adalah pada peremajaan atau tanaman baru petani menggunakan kecambah yang toleran Ganoderma. Produsen kecambah di Indonesia yang sudah memproduksi kecambah moderat tahan Ganoderma adalah PPKS dengan DxP 540 NG; PT Dami Mas Sejahtera dengan DxP Dami Mas MTG; PT Tunggal Yunus Estate dengan AA Topaz GT; PT PP London Sumatera Indonesia Tbk dengan DxP Bah Lias 5 LGI, DxP Bah Lias 6 LGI; PT Socfin Indonesia dengan DxP Socfindo MTG; PT ASD Bakrie Oil Palm Seed Indonesia dengan DxP Spring MR Gano, DxP Themba MR Gano, DxP Tanza MR Gano, DxP Compact MR Gano.
Koperasi Produsen Nahoda Agro Mandiri saat ini belum ada kejadian tanaman terserang Ganoderma. Tanaman kelapa sawit milik anggota koperasi baru berusia 5 tahun sehingga belum kelihatan apakah terkena Ganoderma atau tidak.
Aktivitas koperasi saat ini banyak mendampingi petani untuk ikut dalam Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Karena pentingnya antisipasi menghadapi Ganoderma dan sudah sering melihat sawit yang terserang maka Koperasi Nahoda Agro Mandiri juga mengajukan pada BPDP untuk pembiayaan mengikuti International Symposium Ganoderma (ISGANO).
“Sebagai daerah endemik Ganoderma kami ingin mengikuti perkembangan terbaru pengendalian Ganoderma dan bisa melakukan deteksi dini mengingat tanaman anggota kami masih muda dan banyak yang sedang proses PSR,” katanya.

