Petrokimia Gresik
22 March, 2021
Bagikan Berita

Jakarta,mediaperkebunan.id – Direktur Jenderal Prasaranan dan Saranan Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengatakan bahwa food estate mendukungan ketahanan pangan nasional.

Adapun Kementan mendorong intensifikasi lahan pada lokasi food estate dengan meningkatkan kemampuan lahan pertanian di lahan rawa melalui pemberian sarana produksi pertanian yang mana lahan rawa merupakan masa depan bangsa Indonesia.

“Lahan rawa di kita itu 34 juta hektar, berdasarkan hasil penerilitian 17 juta hektar yang bisa digunakan sebagai lahan pertanian produktif supaya kita secara bertahap lakukan optimalisasi lahan rawa supaya produksi kita meningkat,”ucap Sarwo Edhy dalam diskusi bertajuk Food Estate Dukung Ketahanan Pangan yang digelar Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) di Jakarta.

Sarwo pun menerangkan melalui food estate ini, Kementan memberikan sentuhan teknologi, sosialisasi kepada petani bagaimana menggunakan padi unggul bermutu bersertitikat tentunya, sehinggga di lahan rawa ini dari produktivitas hanya 2-3 ton per hektar bisa menjadi lima ton per ha. “Profitasnya meningkat,”ujar Sarwo.

Menurut Sarwo, melalui food estate ini kita mengubah pola tanam dari tradisional ke moderen. “Kita beri bantuan ke alat olah, alat tanam dan panen sehingga mereka bisa cepat ola, tanam, panen, sehingga mereka bisa tanam lagi setelah panen,” tutur Sarwo.

Pada tahun 2021 beber Sarwo, Kementan mencoba optimalisasi lahan rawa di Kalteng seluas 30 ribu hektar semoga ke depannya lahan food estate ini bisa berkembangan dengan baik. Juga di NTT di Sumba Tengah, sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan pangan bagi 270 juta jiwa.

Midzon L I Johannis, Senior Advisor Croplife Indonesia mengatakan, asosiasi industri sangat mendukung program pembangunan food estate yang tengah digalakan pemerintah.

Baca Juga  Harga Sawit Kalsel Merambat Naik

Dukungan Croplife Indonesia bagi pertanian Indonesia yakni dengan mendorong pengembangan teknologi baru untuk perlindungan tanaman, biologi, bioteknologi, digital dan smart agriculture sesuai dengan kondisi Indonesia.
Croplife Indonesia juga mendukung penyediaan teknologi dan menjamin ketersediaan sarana pertanian seperti produk perlindungan tanaman dan benih, pendamping kepada petani melalui learning centers, ekspo pertanian, pelatihan agronomi dan stewardship.

Sementara itu, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi-FEM Institut Pertanian Bogor (IPB) Sahara mengatakan, pada konsep pengembangan food estate mekanisasi dan modernisasi pertanian/digitalisasi merupakan salah satu simpul penting yang harus diperkuat baik pada tingkatan on farm hinggga off farm.

“Penggunaan alat dan mesin pertanian pada saat pengolahan lahan akan meningkatkan produksi pertanian,”ucap Sahara.

Seperti diketahui, Pemerintah melakukan pencanangan pengembangan program food estate atau lumbung pangan seluas 165 hektar di lahan rawa Kalimantan Selatan. Program ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengantisipasi Indonesia dari ancaman krisis pangan

(Visited 35 times, 1 visits today)