18 August, 2020

Industri kelapa sawit sudah sangat terbukti sebagai sumber devisa negara, juga memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Disisi lain, pihak kontra yang sangat menaruh perhatian pada perubahan iklim memandang industri ini ikut menambah emisi GRK dari perkebunan akibat kegiatan kultur teknis di lapangan dan pabrik kelapa sawit akibat proses limbah yang dihasilkan. Peningkatan produksi CPO berbanding lurus dengan volume limbah kelapa sawit.

Menurut Dr. M. Ansori Nasution, Peneliti Rekayasa Teknologi dan Pengelolaan Lingkungan, Pusat Penelitian Kelapa Sawit, harus ada pengembangan dan penerapan teknologi untuk mengurangi emisi GRK industri kelapa sawit. Khsusus di PKS untuk memaksimalkan penurunan emisi perlu digabungkan 2-3 teknologi yang saling berhubungan.

Perangkat yang digunakan untuk mengindentifikasi dan menganalisis potensi emisi lingkungan yang disebabkan siklus produksi kelapa sawit mulai dari bahan baku TBS hingga produk akhir adalah LCA (Life Cycle Assesment). LCA pada kelapa sawit fokus pada POME (limbah cair) dan EFB (Tandan Kosong) sebab menurut penelitian Stichnothe dan Schuchardt di PPKS tahun 2009-2010, emisi dari limbah ini menyumbang 77% dari emisi industri kelapa sawit. Setiap ton TBS yang diolah akan melepas 7 kg gas methane dalam kolam limbah dan 223 kg setara CO2 bila tandan kosong dibuang begitu saja.

Karena itu POME dan EFB harus dimanfaatkan dengan kombinasi berbagai teknologi yaitu komposting, biogas dan komposting, biogas dan land aplication, biogas dan membran untuk water plant. Emisi CPO menurut Schmidt (2015) adalah 4,55 kg setara CO2/kg. Dengan teknologi maka emsisi akan berkurang.

Peningkatan produktivitas di kebun dari 2-5 ton minyak/ha/tahun menjadi 4 – 7 ton minyak/ha/tahun akan mengurangi emisi sampai 50%/kg CPO. Pengandalian hama penyakit dari kimia ke penggunaan predator alami mengurang emisi 0,5%/kg CPO. Pelepah yang digunakan untuk pakan ternak dan batang kelapa sawit yang dimanfaatkan untuk furniture mengurangi emisi 20-22% dibandingkan dengan Business as Usual.

Di pabrik mengurangi loses dari tinggi menjadi rendah mengurangi emisi 0,44%. Penggunaan teknologi methane capture mengurangi emiisi 8,7%. Pemanfaatan tandan kosong baik untuk pupuk dan energi mengurangi emisi 18,7%. Menggunakan cangkang untuk energi mengurangi emisi 0,22 kg setara CO2 /kg CPO.

Hasil riset LCA ini berguna untuk membantu pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dengan pengembangan teknologi. Hal ini sejalan dengan peraturan pemerintah untuk mendukung sustainable palm oil. Perhitungan LCA ini perlu dllakukan dengan teliti. Emisi setiap PKS berbeda-beda.

(Visited 45 times, 1 visits today)