Palembang, mediaperkebunan.id – Ekspor kopi dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ke berbagai negara, termasuk ke negara jiran kita Malaysia, mengalami lonjakan yang luar biasa selama Semester I 2025 atau dari Januari sampai Juni 2025.
“Menurut data internal Karantina Sumsel, tren ekspor kopi dari wilayah ini terus menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir,” ucap Kepala Karantina Sumsel, drh. Sri Endah Ekandari MSi, dalam paparan resmi yang dikutip Mediaperkebunan.id, Kamis (11/9/2205).
Pada 2023, tutur Sri Endah Ekandari lebih lanjut, ekspor kopi dari Sumsel tercatat sebanyak 64 ton, lalu pada 2024 sebanyak 19,8 ton, dan nilai Januari hingga Juni 2025, meningkat pesat mencapai volume 127 ton.
Bulan Agustus 2025 yang baru lalu, kata Sri Endah Ekandari, sebanyak 19,8 ton Kg kopi diekspor ke Malaysia melalui Pelabuhan Boom Baru yang terletak di kota Palembang, dengan nilai ekonomi mencapai Rp 1,2 miliar.
Pihaknya sangat kalau pengiriman ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekspor langsung dari daerah, sekaligus mendongkrak daya saing kopi lokal di kancah global.
Sri Endah Ekandari memastikan kalau kopi yang diekspor telah melalui serangkaian tindakan karantina untuk memastikan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina dan memenuhi persyaratan negara tujuan.
Kata dia, setiap kopi yang diekspor telah melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan.
“Para petugas ini jugalah yang nantinya juga menerbitkan sertifikat kesehatan (Phytosanitsry Certificate) sebagai bukti pemenuhan standar sanitasi dan fitosanitasi (SPS) berskala internasional,” ucap Sri Endah Ekandari.
Dia menegaskan bahwa setiap komoditas pertanian yang akan dilalulintaskan ke luar negeri wajib memenuhi persyaratan negara tujuan dan standar keamanan pangan.
“Kami pastikan kopi dari Sumsel aman, sehat, dan memenuhi ketentuan teknis. Selain menjaga reputasi daerah, hal ini juga memperlancar proses ekspor di pelabuhan tujuan,” jelasnya.
Dia menjelaskan bahwa data ekspor kopi ini menunjukkan besarnya potensi sektor perkebunan Sumsel, dalam hal ini kopi, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk di masa depan depan pihaknya mendorong agar kopi dari Sumsel semakin dikenal, salah satunya dengan mengembangkan sistem ketertelusuran atau aspek tracebility untuk mengetahui asal-usul komoditas.
“Dengan begitu, kopi Sumsel akan dikenal luas tidak hanya karena kualitasnya, tetapi juga karena (pembeli susah mengetahui asal-usul – red) identitas daerah asalnya,” tambahnya lagi
Sri Endah menyampaikan Karantina Sumsel berkomitmen terus mengawal proses ekspor komoditas strategis daerah dengan memberikan layanan prima, pendampingan teknis bersama dinas terkait, dan penguatan sistem keamanan hayati.
Pihaknya berharap agar, dukungan ini akan membuka peluang lebih luas bagi produk Produk asal Provinsi Sumatera Selatan untuk bersaing secara global.

