https://api.whatsapp.com/send?phone=6281361509763
Petrokimia Gresik
16 April, 2021
Bagikan Berita

Medan, Mediaperkebunan.id

Setelah sempat turun pada bulan Pebruari 2021, bulan Maret ini ekspor karet Sumut kembali naik. Ekspor crumb rubber Sumut Maret 2021 mencapai 35.189,786 ton atau naik 10,5% dibanding Pebruari yang mencapai 31.974,554 ton. Sampai Maret 2021 total ekspor karet Sumut mencapai 100.163,344 ton. Eddy Irawadi, Sekretaris Eksekutif GAPKINDO Sumut menyatakan hal ini.

Ekspor 2021 didominasi SIR 20 89.788,6 ton, setelah itu SIR-10 5.808,6 ton, RSS 2.801,75 ton, SIR-3 1.632,96 ton dan lateks 141,43 ton. Paling besar ke Jepang 28.331, 76 ton disusul Amerika Serikat 16.086,86 ton, Brasil 9.659,85 ton, China 7.717,08 ton, Turki 5.279,87 ton, India 4.052,16 ton, Kanada 2.890,18 ton, Perancis 2.889,36 ton, Polandia 2.494,8 ton, Afrika Selatan 2.378,88 ton.

Sedang penjualan lokal malah turun dari 5.237,11 ton bulan Pebruari menjadi 4.556,65 ton pada bulan Maret (turun 12,9 %). Total penjualan lokal mencapai 14.775,17 ton.

Buku statistik perkebunan yang dikeluarkan Ditjen Perkebunan menunjukkan nilai ekspor karet sepanjang 2015-2019 berfluktuatif. Angka tetap 2019 nilai ekspor karet USD3,53 miliar dengan volume 2.503.671 ton.. Terdapat 23 kode HS ekspor impor dalam kelompok karet alam.

Nilai ekspor terbesar adalah HS 4001.22.20 (TNSR 20) dengan kontribusi 91,34% , nilai ekspor USD3,22 miliar dan volume 2,295 juta ton. Kemudian TNSR 10 dengan nilai USD176,42 juta dan volume 125.237,7 ribu ton., RSS1 dengan nilai USD USD92, 39 juta dan volume ekspor 57.307, 2 ton. Karet kompon, total ada 7 HS dengan nilai USD42,25 juta dan volume dan volume 14.882,96 ribu ton.

Ada 5 negara tujuan ekspor utama karet Indonesia yaitu Amerika Serikat, Jepang, China, India dan Korea Selatan. Nilai ekspor ke 5 negara ini mencapai USD2,32 miliar atau 65,84% dari total nilai ekspor karet alam Indonesia. Ekspor ke Amerika Serikat mencapai USD778 juta (22,08% dari total nilai ekspor karet Indonesia), Jepang USD 709 juta (20,12%), China USD310 juta (8,81%), India USD285 juta (8,09%), Korea Selatan USD238 juta (6,75%).

(Visited 38 times, 1 visits today)
Baca Juga  INDONESIA HARUS SIAPKAN INDUSTRI HILIR KARET UNGGULAN