Petrokimia Gresik
13 March, 2021
Bagikan Berita

Medan, Mediaperkebunan.id

Meningkatnya intensitas curah hujan sebagai dampak dari fenomena La Nina yang terjadi di Indonesia sejak Oktober 2020, mengakibatkan berkurangnya produksi perkebunan karet. Hal ini menyebakan pabrik pengolahan karet remah (crumb rubber) mengalami kesulitan pasokan bahan baku.

Menurut Eddy Irwansyah, Sekretaris Eksekutif GAPKINDO Sumut, volume ekspor Januari-Pebruari 2021 mengalami penurunan 6,7% menjadi 64.974 ton dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020. Volume ekspor Pebruari 2021 mengalami penurunan 3,1% menjadi 31.975 ton dibandingkan bulan sebelumnya.

Lima negara tujuan utama ekspor karet Sumatera Utara adalah Jepang (25,9%), USA (20,6%), Brazil (9,2%), China (7,7%), dan Turki (4,6%). Rataan harga karet TSR20 Pebruari 2021 sebesar 168.56 sen USD per kg, mengalami meningkatan 7,07 sen dibandingkan rataan bulan ini sampai dengan 12 Maret sebesar 175,63 sen. Adanya peningkatan harga ini dipicu karena berkurangnya pasokan bahan baku yang merata di Indonesia sebagai dampak fenomena La Nina.

Secara terpisah, di Sumatera Selatan, Rudi Arpian Kabid P2HP Disbun Sumsel, menyatakan petani anggota UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar) yang paling menikmati kenaikan harga karet. Harga lelang UPPB Sumber Jaya Madya Musi Banyuasin tanggal 12 Maret tercatat Rp12.000/kg; harga lelang karet 3 UPPB Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir ) tanggal 11 Maret Rp11.218/kg; UPPB Sumber Rejeki OKI Rp11.400/kg.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui anggaran Direktorat Jenderal Perkebunan akan memberikan Reward kepada UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar) terbanyak sepanjang Tahun 2020. Bantuan berupa sarana pascapanen karet diberikan pada Tahun 2021 ini kepada Kabupaten Banyuasin sebanyak 20 UPPB dan Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 10 UPPB.

Baca Juga  MEI, EKSPOR KARET SUMUT TURUN TETAPI KE CHINA NAIK

UPPB yang sudah dibentuk sepanjang tahun 2020 di Kabupaten Banyuasin sebanyak 72 UPPB dan di Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 87 UPPB. “Dengan pemberian reward ini diharapkan lebih memotivasi OPD lingkup Perkebunan Kabupaten/Kota untuk lebih serius lagi melakukan sosialisasi dan menumbuhkan UPPB baru. Gubernur Sumatera Selatan sangat peduli dan terus mendorong pertumbuhan UPPB di daerah sentra Karet,” kata Rudi.

Penjualan karet melalui Lelang 4S (Satu lokasi, Satu mutu, Satu harga dan Satu hari lelang) di UPPB ada selisih Rp.3-4 ribu/Kg dibandingkan dengan penjualan melalui cara tradisional ke pedagang pengumpul. Dinas Perkebunan Povinsi Sumatera Selatan menargetkan pada tahun 2021 akan terbentuk 75 UPPB baru. Diharapkan dengan percepatan penumbuhan UPPB baru ini akan lebih mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Unggul Ametung dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan menyatakan bantuan yang diberikan pada UPPB setiap paketnya terdiri dari pisau sadap, mangkuk lump, bak pembeku dan mesin press hand mangel.

(Visited 51 times, 1 visits today)