Bogor, Mediaperkebunan.id – Program hilirisasi perkebunan merupakan kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk perkebunan, mengurangi ekspor bahan mentah, dan memperkuat industri dalam negeri. Sektor perkebunan memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke tahap hilir melalui inovasi produk turunan dan teknologi pengolahan. Sebagai lembaga riset, PT RPN berperan strategis dalam mendukung program hilirisasi perkebunan. Iman Yani Harahap, Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara menyatakan hal ini.
Peran strategis PT RPN adalah : PT RPN sebagai penyedia benih melaui program pemuliaan, plasma nutfah, perilisan varietas unggul dan produsen benih unggul. PT RPN sebagai center of excellence yang memiliki Pusat Unggulan IPTEK, Science Techno Park, dan PMO penguatan portfolio center of excellence kopi dan kakao di Indonesia. PT RPN membuat kajian kebijakan yang dimuat dalam 31 judul naskah akademik terkait isu penting perkebunan selama tahun 2020-2025 termasuk didalamnya PSR, pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan non sawit, dan hilirisasi perkebunan. PT RPN sebagai Lembaga pelatihan dan sertifikasi yang telah tersertifikasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan BPPSDMP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian). PT RPN melakukan kegiatan riset melalui kegiatan Pembangunan kebun benih dan plasma nutfah, serta riset yang mengarah kepada hilirisasi produk.
“Dengan sejarah panjang, sumber daya manusia yang kompeten, produk riset unggulan yang terus tumbuh, segmen konsumen yang beragam, serta dukungan dari stakeholder dan shareholder — PT RPN menegaskan posisi sebagai lembaga riset dan pengembangan perkebunan yang mampu mendorong transformasi industri perkebunan nasional. Kami mengundang para pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi, mendukung adopsi hasil riset, memperkuat ekosistem inovasi dan memastikan keberlanjutan dari hulu hingga hilir,” kata Yani.
Hingga saat ini (2023-2025) ada 29 produk hasil riset yang sedang dalam proses inkubasi menuju komersialisasi diantaranya 15 produk pemuliaan dan bioteknologi tanaman seperti Klon unggul kelapa sawit Nusaklon 1 dan 2, varietas tebu unggul PS 08 (081-084), klon kakao unggul Monika 01 dan 02, serta klon unggul karet IRR 309 dan IRR 310. Dua produk mekanisasi automatisasi/otomatisasi seperti Digiteks dan Digimost di komoditas karet, 3 produk pangan dan energi yakni minyak makan merah, specialty tea gambung dan teh hitam, 2 produk lingkungan, dekarbonisasi dan iklim yakni Vulkasol dan Lead Rubber Bearing, 3 produk teknologi informasi dan IoT yakni e-hara, Nusaklim dan OPA (Oil Palm Assistant), serta 4 produk peningkatan produktivitas tanaman yakni Booster Max, Fertomax, Asam Humat dan Koalgulan Lateks.
Selain 29 produk hasil riset yang sedang menuju komersialisasi, terdapat juga produk riset yang saat ini sedang dikembangkan oleh PT RPN, seperti Biodiesel B50, Palm Vision untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan tandan, Rubber seal, Rubber Flooring, dan yang lainnya. Selain produk hasil riset,PT RPN juga sejak 2021-2025 telah menghasilkan 103 Hak Kekayaan Intelektual baik untuk paten, merek, dan PVT.
Dalam mendukung penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan industri perkebunan nasional, sejak tahun 2020-2025 PT RPN telah menerbitkan 31 judul naskah akademik diantaranya hilirisasi perkebunan, circular economy perkebunan, pemenuhan swasembada gula konsumsi melalui intensifikasi tahun 2028, pembentukan Badan Pengelola Dana komoditas pangan impor, swasembada pangan melalui tanaman sela padi gogo di lahan sawit, peran PT RPN untuk mendukung kemajuan agroindustri perkebunan Indonesia, dan lain-lain.

