Jakarta, mediaperkebunan.id – Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) mendukung sepenuhnya upaya pengembangan industri perkebunan kelapa nasional dengan pola inti plasma seluas 500.000 hektar (Ha) untuk program tiga tahun ke depan.
“Bahkan di HIPKI sudah ada beberapa anggota (perusahaan pengolahan kelapa – red) yang sudah memiliki perkebunan kelapa sendiri dan membangun pola inti plasma,” kata Ketua HIPKI, Rudy Handiwidjaja, kepada Mediaperkebunan.id melalui telepon seluler (ponsel).
Pihaknya memastikan kalau HIPKI dan anggota HIPKI mendukung sekali program pengembangan kelapa yang dirancang pemerintah seperti yang disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beberapa waktu yang lalu.
Rudy Handiwidjaja kembali menyebutkan kalau HIPKI sudah menyarankan para anggotanya agar membangun perkebunan kelapa dengan pola inti plasma yang melibatkan para petani seperti yang telah pernah dan akan dijalankan oleh pemerintah.
Rudy Handiwidjaja bilang pola inti plasma justru berdampak positif pada pengusaha kelapa itu sendiri. Sebab, sambungnya lagi, dengan demikian maka pengusaha tidak akan sepenuhnya lagi mengandalkan pasokan kelapa dari kebun milik rakyat saja.
“Tetapi kan enggak semua pengusaha pengolahan kelapa anggota HIPKI. Ya kami dari HIPKI tentu enggak bisa memaksa mereka untuk membangun perkebunan kelapa sendiri atau membeli atau tidak membeli kelapa dari kebun rakyat,” ucap Rudy Handiwidjaja lagi.
Tetapi memang, tutur Rudy Handiwidjaja lebih lanjut, situasi perniagaan kelapa saat ini yang menunjukan harga tinggi sementara stok dan pasokan seret telah dipahami oleh para pelaku usaha sebagai sebuah siklus yang biasanya terjadi sekali dalam empat tahun.
“Ya para pelaku usaha biasanya sudah paham bahwa ini siklus sekali dalam empat tahun. Kan ini biasanya karena faktor perubahan cuaca, lalu ada pula faktor tingginya permintaan dari pasar, termasuk dari Tiongkok, dan sejumlah hal lainnya,” kata Rudy Handiwidjaja.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berencana membangun perkebunan kelapa dalam seluas setengah juta hektar (Ha).
Rencana tersebut bakal melibatkan badan usaha milik negara (BUMN), dalam hal ini PTPN 1 yang merupakan anak usaha dari Holding PTPN, dan juga melibatkan para petani dengan pola inti plasma.
“Rencana tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, saat bertemu para stakeholder pertanian dan perkebunan di Kantor Kementan di Jakarta, Rabu (13/8/2025),” kata Lulu Paputungan kepada Mediaperkebunan.id melalui handphone, Kamis (14/8/2025).
Lulu Paputungan adalah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) yang ikut dalam pertemuan tersebut.
Kata Lulu Paputungan, niat baik pemerintah itu bakal dilakukan dalam tiga tahun ke depan. Namun dalam pertemuan itu, Lulu bilang Mentan berbicara secara umum mengenai komoditas apa saja yang akan dikembangkan ke depan.
“Karena secara mendetail yang menyampaikan adalah pejabat setingkat Direktorat Jenderal di Kementan,” tegas Lulu Paputungan selaku Wasekjen DPN APKI.

