Semarang, mediaperkebunan.id – Dua badan usaha milik negara (BUMN) telah menjalin kesepakatan untuk mengelola dan mengembangkan budidaya perkebunan tebu lebih 500 hektar (Ha) secara bersama-sama di beberapa daerah di Pulau Jawa.
Kedua BUMN tersebut, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari keterangan resmi Perum Perhutani, Jumat (20/6/2025), adalah Perusahaan Umum (Perum) Perhutanan Indonesia (Perhutani) serta PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Secara lebih mendetail, kerjasama akan dilakukan antara Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah (Jateng) serta 5 pabrik gula (PG) yang ada di lingkup PT STN yaitu PG Sragi, PG Rendeng, PG Mojo, PG Soedhono, dan PG Pagotan.
Kesepakatan kedua belah pihak dituangkan dalam sebuah perjanjian kerjasama yang dihadiri oleh Natalas Anis Harjanto selaku Direktur Operasional (Dirops) sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perum Perhutani, dan Kepala Divisi (Kadiv) Multi Usaha Kehutanan Perum Perhutani Errik Alberto.
Kemudian, turut hadir Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur (Jatim) Wawan Triwibowo, serta Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jateng Asep Dedi Mulyadi, dan para Kepala Departemen (Kadep) serta Kepala Seksi (Kasie) di lingkungan Perum Perhutani.
Dari PT SGN hadir Affan Safiq sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum dan jajaran General Manager (GM) dari 5 PG yang dilibatkan dalam kerjasama tersebut
Natalas Anis Harjanto menyampaikan bahwa Perum Perhutani mulai menanam tebu secara resmi pada tahun 2021 dengan keluasan 574 Ha di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Ngawi.
Natalas Anis Harjanto menginginkan kerjasama tersebut dapat meningkatkan pengetahuan Perum Perhutani dalam mengelola budidaya tebu yang benar, efisien, dan produktivitas yang tinggi.
Kata Natalas Anis Harjanto, masih ada celah atau kesempatan untuk meningkatkan produktivitas, dan hal ini menjadi kesempatan untuk Perum Perhutani belajar kepada PT SGN.
“Dengan demikian, setiap hambatan dan kendala sebaiknya dapat langsung dikomunikasikan dan ditindaklanjuti secara bersama-sama,” imbuhnya.
Sementara itu Affan Safiq menilai koordinasi dan komunikasi sangat penting terhadap pelaksanaan kerja sama, sehingga hambatan dan kendala yang terjadi di lapangan dapat segera diselesaikan dengan bentuk sinergi bersama stakeholder atau pemangku kepentingan terkait.
Menurut Affan Safiq, hal tersebut sejalan dengan kolaborasi dan networking atau jejaring kerjasama di antara sesama BUMN.
“Semoga kerja sama dua BUMN ini dapat mendorong peningkatan produksi gula nasional dan dapat memberikan manfaat, serta potensi atau peluang lanjutan untuk tambahan area yang bisa dikerjasamakan,” harapnya.
Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi, menyambut baik kerjasama itu dan memberikan dukungan penuh terhadap program swasembada gula.
Dan hal itu, kata dia, harus dimulai dari kemandirian dalam penyediaan bahan pangan strategis, dan tebu sebagai bahan baku gula memiliki peran vital dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
“Melalui sinergi yang baik antara Perhutani dan PT SGN dan seluruh stakeholder, Perhutani Divre Jateng optimis bahwa program ini akan mendorong peningkatan produksi tebu secara berkelanjutan,” ucap Asep Dedi Mulyadi.
“Harapannya, program ini juga dapat menambah lapangan kerja di kawasan hutan, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional,” tegas Asep Dedi Mulyadi.

