Jakarta, mediaperkebunan.id – Ditjebun saat ini sedang merancang perbaikan kebun kopi yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Aceh seluas 18.812 ha. Lokasi di Kabupaten Aceh Tengah, Bireun dan Gayo Luwes. Hal ini sejalan dengan surat dari Dinas Perkebunan Aceh ke Ditjenbun. Christieni Maria, Ketua Kelompok Kerja Teh dan Kopi, Ditjenbun menyatakan hal ini dalam Diskusi Kopi Online “Langkah Kolektif Menuju Pemulihan Kopi Berkelanjutan” yang dilaksanakan oleh SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia.
Karena sebagian lahan kopi sudah hilang terkena longsor maka proses pemulihanya masuk kategori perluasan bukan peremajaabn. Bantuan perbaikan kebun kopi di Aceh ini yang diberikan adalah benih dan biaya tenaga kerja. Saat ini masih dalam proses penganggaran.
Ansari, Staf Ahli Bupati Aceh Tengah menyatakan luas kebun kopi di kabupaten ini 52.074 ha dan 25%nya atau 12.637 ha terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor. Kondisi ini sangat mempengaruhi perekonomian petani. Sampai saat ini tidak ada aktivitas apa-apa di kebun kopi yang terdampak.
Kebun kopi yang tidak terdampak terkendala dengan 175 ruas jalan menuju kebun yang terkena longsor. “Ada yang tertimbun longsor , ada yang longsor hingganya jalannya hilang. Kondisi ini membuat petani tidak bisa menuju kebun. Selain itu ada kebun kopi yang longsor menimpa kebun kopi lain sehingga terjad konflik,” katanya.
Hal yang diperlukan adalah perbaikan infrastuktur jalan produksi. Sekarang masih darurat yang penting akses masyarakat dan bantuan bisa sampai. Anggaran yang sudah diketok bulan Desember oleh Mendagri diminta bergeser ke anggaran untuk bencana dan baru Januari selesai.
Peningkatkan produksi dan rehabilitasi kopi membutuhkan bantuan benih unggul bersertifikat. Benih yang biasa digunakan petani adalah Gayo 1, Gayo 2 dan Gayo 3.
Bantuan lain pupuk organik karena Aceh Tengah sudah mencanangkan kopi organik. Pengendalian hama penggerek buah kopi juga perlu dibantu. Sebelum bencana sudah meluas seranganya. Buah cherry bisa dipanen tetapi bean tidak ada sehingga merugikan petani. Bantuan lain yang diperlukan adalah mesin pengupas buah cherry, lantai jemur dan gudang.

