Jakarta, mediaperkebunan.id – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimpas) bakal mengeluarkan kebijakan penanaman serempak tanaman kelapa bulat di seluruh lingkungan lembaga pemasyarakatan (LP) yang ada di seluruh Indonesia.
Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) PAS, Mashudi, penanaman kelapa bulat itu dilakukan secara serentak dan merupakan bagian dari agenda utama yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh satuan kerja pemasyarakatan (Satker PAS) di Indonesia.
“Penanaman kelapa serentak yang akan segera dilaksanakan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Mashudi dalam rapat koordinasi (rakor) secara daring melalui aplikasi zoom yang diikuti oleh seluruh Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) di Indonesia.
Kata Mashudi seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari laman RRI, Senin (8/9/2025), penanaman kelapa secara serentak bukan sekadar program simbolis, melainkan langkah nyata yang diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kemandirian pangan.
Mashudi meminta seluruh jajaran pemasyarakatan untuk menyiapkan lahan, tenaga kerja, serta sarana pendukung agar kegiatan tersebut berjalan optimal.
Kegiatan yang rencananya akan dipusatkan di Pulau Nusakambangan tersebut nantinya akan diikuti juga oleh jajaran imigrasi dan juga oleh stakeholder atau instansi terkait.
“(Yang ikut dalam kegiatan penanaman kelapa bulat ini nantinya – red) tidak hanya dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan namun akan di hadiri oleh staf kepresidenan, para menteri dan pejabat tinggi negara,” beber Mashudi.
Untuk itu Mashudi menginstruksikan kepada seluruh Kepala Kantor Wilayah atau Kakanwil dan Kepala Unit Pelayanan Teknis (Ka UPT) Pemasyarakatan untuk segera menyiapkan segala sesuatu hal yang diperlukan.
“Saya ajak kepada seluruh Kakanwil PAS dan Kepala UPT PAS segera melakukan audiensi kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di daerah masing-masing,” ucap Mashudi.
“Tujuannya agar Kakanwil dan Ka UPT PAS bisa mengoordinasikan kegiatan penanaman pohon, memersiapkan sarana prasarana (sarpras) maupun administrasi demi kelancaran terlaksananya penanaman pohon kelapa bulat,” saran Mashudi .
Dia menegaskan bahwa setiap Kantor wilayah Pemasyarakatan ditargetkan akan menanam 5000 pohon kelapa bulat.
Secara terpisah, Karutan Provinsi Bengkulu, Yulian Fernando, menyatakan siap mendukung penuh program penanaman kelapa bulat yanh disampaikan oleh Mashudi selaku Ditjen PAS.
Menurut Yulian Fernando, hal ini dilakukan sebagai bagian dari tanggungjawab bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan adanya arahan langsung dari Mashudi selaku Dirjen PAS, Yulian Fernando bilang seluruh jajaran pemasyarakatan, khususnya di wilayah Bengkulu, mampu melaksanakan program dengan penuh tanggung jawab.
“Melalui langkah konkret ini, lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional, baik di sektor pangan maupun ekonomi,” tegas Yulian Fernando selaku Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Provinsi Bengkulu.

