Jakarta, mediaperkebunan.id – Direktorat Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasonal (PAKOI), Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional, Kemendag, sebagai instansi penjuru organisasi komoditas internasional ICC (International Coconut Communty) berperan dalam mengawal dan memfasilitasi concern pelaku usaha sektor dalam negeri pada perundingan forum ICC. Natan Kambuno, Direktur PAKOI menyatakan hal ini Pertemuan Sahabat Kelapa Indonesia.
“Kami akan mencatat masukan dan rekomendasi dari pelaku usaha mengenai kebijakan sektor kelapa yang perlu diambil pemerintah untuk selanjutnya berkoordinasi dengan unit teknis internal Kemendag seperti Direktorat Ekspor Pertanian dan Kehutanan, Ditjen Perdagangan Luar Negeri; Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer , Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional , juga dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian dan BPDP,” katanya.
Pernah jadi atase perdagangan di Singapura dan Hongkong, Natan siap memfasilitasi pemerintah daerah penghasil kelapa untuk menarik investor membangun pabrik. Syaratnya ada perhitungan yang jelas mengenai potensi bahan baku, keuntungan dan lain-lain.
Tindak lanjut daru Sesi Tahunan dan Pertemuan Tingkat Menteri ICC adalah penunjukan Manado sebagai tuan rumah World Coconut Day (WCD)2026. WCD 2026 memliki urgensi strategis sebagai momentum global untuk menegaskan kembali peran kelapa sebagai komoditas penting bagi ketahanan ekonomi, pangan dan lingkungan, terutama bagi negara-negara tropis seperti Indonesia. WCD juga diharapkan menjadi sarana untuk mendorong praktek budidaya kelapa yang berkelanjutan serta adaptif terhadap perubahan iklim.
Langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerntah untuk mengatasi permasalahan kelapa nasional hasil pertemuan seluruh stake holder yang diselenggarakan ICC tahun 2025 adalah :
- BPDP sedang dalam pembahasan terkait mekanisme dan nilai pungutan terhadap kelapa.
- Bappenas mendorong implementasi Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025-2026 dengan membentuk Satgas kelapa yang fokus pada sisi hulu untuk penguatan produksi melalui program peremajaan tanaman dan pemenuhan kebutuhan benih.
- Kemenko Bidang Perekonomian selaku Komite Pengarah BPDP dalam proses merumuskan bentuk kebijakan yang tepat untuk menghentikan ekspor kelapa illegal.
Kementerian Perdagangan akan mengeluarkan peraturan mengenai pembatasan dan pungutan ekspor kelapa bulat setelah Kemenko Bidang Perekonomian menetapkan bentuk regulasi dan besaran pungutan ekspor kelapa.
Kementerian Pertanian telah Menyusun program perluasan, peremajaan dan insentifikasi kelapa.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM telah merilis peta jalan untuk beberapa komoditas unggulan, fokus pada penyusunan proposal bisnis dan financial modelling untuk pengembangan produk bernilai tambah seperti VCO, santan dan tepung kelapa, serta peluang pengembangan kelapa sebagai SAF.
Mawardin Simpala, Ketua Sahabat Kelapa Indonesia menyatakan coconut war antar industri dalam kelapa Indonesia tahun 2029 bila tidak dilakukan peremajaan sekarang seperti yang dinyatakan Bappenas, akan terjadi bukan saja antar industri di Indonesia, juga China dalam memperebutkan kelapa.
Pemain besar minuman coconut milk adalah Yeshu dan FreeNow. FreenNow sudah masuk ke Indonesia dengan membangun pabrik di Morowali, Sulawesi Tengan denga investasi Rp1,6 triliun dan pertengahan tahun 2026 sudah operasional. FreeNow adalah pemasok santan untuk Luckin Coffee dengan coconut lattenya dan gerainya di China sudah melampuai gerai Strabucks

