Polman, mediaperkebunan.id – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memastikan kalau seluruh bibit atau benih kakao yang disalurkan ke berbagai kelompok tani (Poktan) adalah bibit yang unggul dan berkualitas.
Karena itu, tidak heran kalau pihak Disbun Sulbar tetap melakukan pemantauan dalam proses penyaluran bibit kakao, terutama yang terdapat di Kebun Induk Perkebunan Batu Panga Da’ala milik Disbun Sulbar yang lokasinya terletak di Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
“Proses pemantauan itu, misalnya, telah dilakukan beberapa waktu yang lalu ke kebun i Duk di Polman,” kata Muliadi selaku Kepala Bidang (Kabid) Perbenihan dan Produksi Disbun Sulbar dalam keterangan resmi seperti dikutip Mediaperkebunan.id, Selasa (16/9/2025).
Kata dia, semua pengawasan itu dilakukan dalam rangka menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan mutu benih kakao yang diserahkan kepada setiap Poktan di Sulbar.
Setiap proses pengawasan, kata Muliadi, dilakuka Disbun dengan melibatkan stakeholder atau pemangku kepentingan yang terkait, seperti Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Kabupaten Polman dan Inspektorat Sulbar.
“Dalam setiap proses pengawasan, kami melakukan monitoring penyaluran benih kakao yang ada di kebun induk di Polman,” ucap Muliadi lebih lanjut.
Proses monitoring, kata dia, juga dilaksanakan di beberapa kelompok tani yang berada di dua kecamatan di Kabupaten Polman, yaitu Kecamatan Alu dan Kecamatan Tinambung.
“Kegiatan tersebut bertujuan memastikan benih kakao yang disalurkan memiliki mutu unggul sesuai standar, baik dari segi kualitas fisik, kesesuaian jumlah, maupun kelayakan tanam, sehingga dapat memberikan hasil optimal bagi petani kakao,” kata Muliadi.
Muliadi memastikan bahwa proses pengawasan langsung di lapangan sebagai langkah penting untuk menjamin program penyaluran benih tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi penerima.
“Benih yang baik adalah awal dari mencapai produksi tinggi. Kami ingin memastikan petani menerima benih kakao bermutu agar produksi kakao Sulawesi Barat dapat semakin meningkat,” ujar Muliadi.
Dengan kegiatan ini, diharapkan pengadaan benih kakao tidak hanya memenuhi target distribusi, tetapi juga memberikan jaminan mutu benih kakao yang baik.
“Tentunya dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas kakao sebagai upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi para petani kakao itu sendiri,” bilang Muliadi.
Di tempat terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, M. Faizal Thamrin SE, mengatakan bahwa mutu benih adalah kunci keberhasilan budidaya kakao.
“Kami memastikan benih yang sampai ke tangan petani adalah benih unggul yang telah melalui proses seleksi dan sertifikasi,” tegas Faizal Thamrin.

