Jakarta, mediaperkebunan.id – Para petani kelapa bulat yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) memunculkan opsi bakal membuat penangkaran atau nurseri untuk pembuatan kecambah dan bibit kelapa yang berkualitas unggul.
Kemunculan opsi tersebut sebagai kelanjutan dari proses pelatihan pembuatan kecambah dan bibit kelapa yang merupakan hasil kerjasama antara DPN APKI dengan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu anak usaha Holding PTPN yang berfokus pada penelitian komoditas perkebunan.
Hal itu disampaikan oleh Drs H Soepri Hadiono MM selaku Ketua Umum DPN APKI saat menyampaikan kata sambutan dalam acara bertajuk “Pelatihan Penangkaran Kelapa: Membangun Masa Depan Negeri” yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, Minggu (10/8/2025) malam.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 40 pimpinan APKI tingkat provinsi di berbagai daerah di Indonesia, dan dimoderatori oleh Lulu Paputungan selaku Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPN APKI.
Di samping itu, di acara tersebut turut serta menghadirkan pembicara dari PT RPN yakni Dr Imron Rosadi SP MSi. Di samping itu, Dr Donald Siahaan selaku peneliti senior dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan juga ada di acara tersebut.
Menurut Soepri Hadiono, proses penangkaran kelapa bakal memudahkan para petani kala hendak melakukan penanaman di masa depan, sekaligus memastikan ada kesamaan kualitas yang unggul dari setiap kelapa yang ditanam .
Di samping itu, Soepri Hadiono juga menilai pelatihan pembuatan penangkaran yang diajarkan oleh PT RPN sebagai upaya APKI untuk menyambut kebijakan pemerintah yang bakal menjadikan kelapa bulat sebagai salah satu komoditas andalan di subsektor perkebunan.
Kata Soepri Hadiono, pelatihan yang dilakukan PT RPN ke petani berpotensi menciptakan tanaman kelapa yang memiliki kualitas unggul yang seragam dan menguntungkan sehingga bisa ditanam di mana pun sentra kelapa bulat ada di Indonesia.
Yang tidak kalah pentingnya, ungkap Soepri Hadiono, adalah bahwa keseriusan membangun kejayaan kembali perkebunan kelapa melalui upaya pembuatan penangkaran ini juga sebagai bukti dan upaya dari APKI dalam meyakinkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa (BPDP).
“Melalui pelatihan ini kita harus bisa meyakinkan BPDP kalau kita dari APKI sangat serius membangun perkebunan kelapa sekaligus menyejlhtqrakan para petani kelapa itu sendiri,” kata Soepri Hadiono.
“Karena itu sesegera mungkin kita semua dari APKI, buat pusat maupun cabang, untuk menindaklanjuti kerjasama pelatihan penangkaran kecambah dan bibit kelapa yang dikerjasamakan dengan. PT RPN,” tegas Soepri Hadiono.
Sekadar mengingatkan, beberapa waktu sebelumnya Soepri Hadiono juga pernah melontarkan niat APKI untuk membangun perkebunan kelapa bulat untuk percontohan seluas 50 hektar (Ha), baik dari sisi hulu maupun hilir, di sekitar kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

