Jakarta, mediaperkebunan.id – Produktivitas yang stagnan di tengah kebutuhan yang semakin meningkat adalah tantangan utama industri sawit saat ini. Melansir dari berbagai sumber, selama periode 2021-2024 produktivitas negara tetangga Malaysia (ton/tahun) terus berada di atas Indonesia.
Pada tahun 2021, produktivitas Malaysia adalah 3,49 ton/ha, sedangkan Indonesia 3,28 ton/ha. Kemudian pada tahun 2022 produktivitas Malaysia 3,59 ton/ha sedang Indonesia 3,29 ton/ha. Lalu pada tahun 2023 produktivitas Malaysia 3,62 ton/ha dan Indonesia 3,42 ton/ha. Lanjut pada tahun 2024 produktivitas Indonesia 3,79 ton/ha dan lagi-lagi Indonesia masih di bawah dengan 3,18 ton/ha.
Melansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), luas kebun kelapa sawit petani rakyat sendiri per 2024 mencapai kisaran 6,7 hingga 6,94 juta hektare atau sekitar 40-42% dari total luas lahan sawit nasional. Sehingga sebanyak 2,9 juta petani diketahui terlibat sebagai andalan ekonomi nasional yang tersebar di berbagai wilayah.
Menggeser Kalbar, Kalteng sendiri saat ini merupakan sentra perkebunan sawit terbesar di Kalimantan dan terluas nomor dua secara nasional. Total luas lahan kelapa sawit Kalteng sebesar 2.164,25 ribu hektar sementara Kalbar 2.156,99. (data BPS 2026).
Keterbatasan informasi para petani rakyat terutama di daerah pedalaman dapat menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas. Penggunaan benih yang tidak bersertifikasi, penerapan good agricultural practices (GAP) yang belum optimal, dan juga adanya serangan berbagai penyakit kerap dirasakan petani rakyat.
Menanggapi serius akan hal tersebut, Media Perkebunan bersama GAPKI Kalteng menghadirkan acara Teknis Kelapa Sawit (TKS) pada tanggal 28 – 30 April 2026 di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Sebelumnya, acara TKS sudah pernah dilangsungkan di Sampit, Kotawaringin Tengah, Kalteng dan mengundang antusias yang baik dari para petani sekitar. Ketua Panitia TKS 2026, Hendra J. Purba menyampaikan bahwa antusiasme para petani yang tinggi dari berbagai daerah terpencil pada TKS sebelumnya menunjukkan besarnya kebutuhan informasi untuk menunjang produktivitas sawit.
“Masih banyak petani yang belum memahami pentingnya penggunaan bibit unggul dan masih terjebak pada penggunaan benih palsu yang berdampak pada rendahnya produktivitas sehingga TKS hadir untuk memberikan pemahaman tentang praktik budidaya yang baik dan benar termasuk pemilihan bibit unggul yang berkualitas,” ungkap Hendra.
Hendra melihat selama ini akses informasi lebih banyak tersebar di kota-kota atau tingkat provinsi sehingga petani sawit yang berada di tingkat kabupaten sangat minim informasi.
“Pameran-pameran yang menunjang produktivitas sawit selama ini lebih banyak di tingkat kota atau provinsi, jadi kami hadir di Pangkalan Bun sebagai daerah sentra besar perkebunan sawit. Bukan hanya anggota GAPKI, acara ini terbuka untuk seluruh pelaku usaha perkebunan sawit, khususnya petani sawit rakyat,” tegasnya. Acara ini juga dihadiri oleh Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI).
Dukungan GAPKI Kalteng dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada acara TKS 2026 merupakan bentuk kepedulian dalam mendorong produktivitas petani rakyat. “Kami berterima kasih kepada GAPKI dan BPDP yang mendukung acara TKS. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para petani rakyat yang memiliki keterbatasan informasi yang menunjang peningkatan produktivitas sawit mereka,” ungkap Hendra.
Tak hanya seminar, TKS akan menghadirkan pameran dan kunjungan lapangan (field trip) untuk berbagi gagasan, pengalaman, dan solusi nyata di lapangan. Berikut adalah informasi jadwal acara TKS, Pameran, dan Field Trip 2026:
Seminar dan Pameran
Hari/Tanggal: Selasa – Rabu, 28 – 29 April 2026
Waktu: 08.00 WIB – selesai
Tempat: Mercure Pangkalan Bun, Kab. Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah
Field Trip/Kunjungan Lapangan
Hari/Tanggal: Kamis, 30 April 2026
Waktu: 06.30 WIB – selesai
Tempat: PT Sukses Karya Mandiri yang berlokasi di Desa Kenawan Kec. Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara
Untuk informasi pendaftaran dapat menghubungi:
Priskila: 0812-9427-7789
Ika: 0812-8718-2301
Kevin: 0812-8169-8248
“Masa depan sawit ditentukan dari langkah kita hari ini. Melalui TKS, kami berharap petani sawit semakin berdaya, produktif, serta menciptakan kolaborasi yang kuat guna menunjang kapasitas petani dalam mengelola kebun secara produktif, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi,” pungkas Hendra.

