Panyabungan, mediaperkebunan.id – Puluhan petani kelapa sawit mitra plasma yang merupakan utusan dari puluhan koperasi unit desa (KUD) di seluruh Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menyampaikan curahan hati (curhat) kepada Bupati H Saipullah Nasution.
“Kami curhat kepada Pak Bupati di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Panyabungan, Sabtu (6/9/2025), terkait kendala yang sekian lama kami hadapi,” kata H. Wardan Batubara, salah satu petani sawit sekaligus Ketua KUD Kuala Tunak Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), kemarin.
Dalam kesempatan itu, kata Wardan Butubara, beberapa aspirasi atau masalah diuraikan para petani terkait dengan sengketa lahan, lalu problem kebun plasma yang belum sepenuhnya terealisasi.
“Juga kami sampaikan mengenai infrastruktur yang belum memadai, kesepakatan bersama perusahaan yang tak berjalan baik, re-planting, dan harga pembelian tandan buah segar (TBS) yang masih belum sesuai harapan,” ujarnya.
Wardan Batubara mengapresiasi pemerintah kabupaten (Pemkab) Madina yang menginisiasi pertemuan itu karena . membuka peluang bagi pengurus KID untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi.
Dia juga menyampaikan dukungan terhadap Pemkab Madina yang membuka ruang bagi anak-anak petani dan pekerja di perusahaan maupun perkebunan sawit untuk mendapatkan beasiswa.
Secara terpisah,, Kepala Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM, Muktar Afandi Lubis, menjelaskan pertemuan antara Bupati dan para petani sawit plasma digelar dalam acara bertajuk “Silaturahmi, Diskusi, dan Sharing”.
Pria yang akrab disapa Afandi ini mengatakan dalam acara itu turut hadir Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) M Sahnan Pasaribu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Taufik Zulhandra Ritonga, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Akhmad Faisal.
Muktar Afandi Lubis mengakui digelarnya pertemuan tersebut karena pada saat ini sudah ada 49 KUD di seluruh Kabupaten Madina dan umumnya terbagi dalam dua kategori.
“Yakni KUD yang terbentuk karena kewajiban perusahaan untuk mengalokasikan 20 persen lahan budidaya sawit atau mitra plasma, serta KUD masyarakat yang menjalin kemitraan langsung dengan perusahaan atau mitra swadaya,” ujar Muktar Afandi Lubis.
”Keberadaan koperasi sawit ini jelas sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan. Namun, masih ada sejumlah permasalahan yang perlu kita carikan solusi bersama,” kata Fandi menambahkan.
Bupati H Saipullah Nasution sendiri menunjukan sikap mengayomi dalam pertemuan itu dan menjelaskan kalau Pemkab Madina sengaja mengundang seluruh KUD produksi sawit untuk menyampaikan peluang atau kesempatan yang bisa diambil dalam meningkatkan hasil produksi.
“Sekaligus fasilitas-fasilitas yang disiapkan pemerintah berkaitan dengan beasiswa, pelatihan kepada pekerja perkebunan sawit, juga re-planting, dan alsintan,” kata Bupati Madina.
Bupati menerangkan, keterbatasan anggaran selama ini bisa dimanfaatkan masyarakat dengan mengakses fasilitas yang disediakan pemerintah.
“Kalau ada badan yang sudah menyiapkan, alangkah baiknya dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita yang mengelola koperasi agar kebun-kebun mereka dikelola dengan baik dan menghasilkan produksi yang bagus,” sebut dia.
Terkait keluhan dan aspiras pengurus koperasi, Bupati Saipullah mengungkapkan Pemkab Madina akan terlebih dahulu menginventarisasi persolan yang ada.
Bupati Madina berjanji akan mempelajari seluruh isi curhat puluhan KUD bersama tim yang akan dibentuk, baru kemudian membicarakannya kembali dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki kebun atau pabrik di Kabupaten Madina.
“Memang kami lihat tadi agak banyak permasalahan yang berhubungan dengan PTPN, karena memang BUMN, perusahaan milik negara, tentu kami nanti akan melakukan komunikasi yang lebih bagus dengan mereka,” tegas dia.
Dia berharap, komunikasi itu nanti membuka jalan penyelesaian agar permasalahan yang ada tidak menjadi bola liar yang berakibat satu sama lain saling menyalahkan.

