Ternate, mediaperkebunan.id – Provinsi Maluku Utara (Malut) membuka lowongan kerja (loker) pemanjat kelapa sebanyak 12.000 lowongan di berbagai perkebunan kelapa yang ada di sejumlah kabupaten di Pulau Halmahera.
“Pembukaan 12.000 loker pemanjat kelapa tersebut bisa diakses melalui aplikasi Job Seeker,” kata Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, di Pantai Sulamadaha, Ternate, kemarin
Peluncuran loker pemanjat kelapa tersebut, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari laman RRI, Jumat (6/9/2025), dilakukan bersamaan dengan agenda peluncuran aplikasi “Jaga Desa” dari Kejaksaan Agung RI.
Peluncuran program tersebut turut disaksikan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, serta para bupati dan walikota se-Maluku Utara.
Di lokasi tersebut para kepala daerah itu menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) masing-masing.
Sherly menjelaskan, peluang kerja itu dibuka karena Provinsi Maluku Utara memiliki potensi kelapa yang sangat besar, khususnya di Halmahera Utara, Halmahera Barat, dan Halmahera Timur.
Gubernur Sherly Tjoanda mengungkapkan, program ini terlaksana melalui kerja sama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dengan PT Niko di Kabupaten Halmahera Utara.
Dikatakannya, selain sektor tambang, Maluku Utara juga tengah berkembang di sektor hilirisasi. Untuk itu, dirinya melincurkan lowongan kerja sebanyak 12.000 pemanjat kelapa.
“Saya infokan kepada kabupaten/kota, terutama Halbar, Halut, dan Halmahera Timur, buat masyarakat desanya yang usia produktif mencari pekerjaan bisa daftarkan melalui aplikasi job seeker,” kata Sherly Tjoanda.
Pekerja yang lolos rekrutmen dijanjikan mendapat upah di atas gaji minimum serta perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, serta kesempatan pelatihan, serta seragam dan perlengkapan.
Aplikasi Job Seeker sendiri dikembangkan oleh Jobseeker Company yang dirancang menyerupai media sosial, sehingga memudahkan pencari kerja untuk menemukan pekerjaan sesuai keterampilan dan pengalaman.
Selain itu, kata Gubernur Maluku Utara bilang aplikasi ini diharapkan menghapus praktik antrean panjang maupun kerumunan saat mencari kerja.

