2022, 8 Mei
Share berita:

Jakarta mediaperkebunan.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen berpartisipasi dalam Food Expo Herning di Denmark, pada akhir Maret 2022. Partisipasi Indonesia dalam pameran ini merupakan upaya kolaborasi antara KBRI Kopenhagen dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan,Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Djunaedi menjelaskan bahwa Food Expo Herning ini merupakan pameran kuliner terbesar di kawasan Nordik yang diselenggarakan secara berkala setiap tahunnya, dengan partisipasi dari pengusaha jasa kuliner dan katering, hotel dan restoran, serta para pedagang kuliner ritel/eceran.

Penyelenggaraan pameran tahun ini diikuti oleh sekitar 600 exhibitors, serta berhasil menarik sekitar 30.000 pengunjung, tidak hanya dari Denmark tetapi juga para pelaku usaha sektor kuliner dan makanan dari kawasan Nordik lainnya, seperti Swedia, Finlandia dan Norwegia.

Selain itu, lanjut Dedi, hadir juga peserta dan pengunjung dari negara Eropa lainnya seperti Portugal, Jerman, Belanda, dan Italia.

“Partisipasi KBRI Kopenhagen dalam pameran ini merupakan wujud hubungan baik antara Indonesia dan Denmark yang telah terjalin baik. Partisipasi ini juga merupakan implementasi nyata dari Rencana Aksi Indonesia-Denmark 2021-2024 dalam upaya peningkatan hubungan bilateral, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan,” ungkap Dedi.

Dedi pun mengungkapkan, Indonesia menampilkan produk makanan dan minuman dari 23 perusahaan dengan produk berupa kopi, produk olahan kelapa, beras, hingga rempah dan bumbu organik.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui bahwa neraca perdagangan RI ke Denmark tahun 2021 surplus USD 33,34 juta dengan komoditas yang diekspor terbanyak antara lain sawit, kakao, kopi, tembakau dan rempah-rempah. Indonesia mengekspor kelapa sawit dan turunannya sebesar 31,92 ribu ton, diikuti kakao, tembakau, kopi, kelapa dan rempah-rempah dengan total sebesar 283 ton/ tahun.

Sedangkan impor produk perkebunan Indonesia dari Denmark paling banyak jenis produk tembakau virginia diolah dan minyak atsiri untuk industri kesehatan dan obat-obatan.

“Untuk produk kopi salah satu pelaku usaha Indonesia yang hadir adalah PT. Barokah Agro Niaga Garut dengan produk Kopi Arabika Garut dan Liberika Jambi,” ujar Dedi.
Dedi menjelaskan, dengan jumlah penduduk 5,8 juta, selain sebagai pintu masuk produk Indonesia ke Kawasan Nordik, Denmark juga merupakan pasar non-tradisional yang memiliki potensi yang besar bagi Indonesia, serta menjadi pasar potensial yang perlu digarap dengan intensif.

Pada acara Exhibition selanjutnya yang berada di Herning Denmark, PT. Barokah Agro Niaga Garut pun turut berpartisipasi pada acara Exhibition tersebut hingga selesai.

Sementara itu, pada kesempatan yang berbeda, Direktur Utama PT. Barokah, Achmad Chandra berbagi kisah pengalamannya ketika itu, “Alhamdulillah PT. Barokah Agro Niaga Garut bertemu dengan beberapa calon pembeli tidak hanya komoditas kopi akan tetapi untuk semua komoditas diantaranya adalah rempah-rempah, dan komoditas pertanian dan perkebunan lain, dan saat ini kami sedang mempersiapkan pengiriman contoh produk pertanian dan perkebunan kepada calon pembeli,” ungkap Achmad.

Achmad memaparkan, daftar Potential Buyer Food Expo Herning akhir Maret 2022 lalu antara lain Zozozial berupa permintaan/kebutuhan sebanyak 300 kg coffee per bulan namun harga masih perlu disesuaikan. Kemudian permintaan sebanyak 5 Euro per-kg, sedangkan harga dari petani kopi Garut sebesar 8 Euro per-kg dimana belum termasuk packaging, shipment.

Adapun sama halnya dengan Honey dimana permintaan/kebutuhan sebanyak 300 kg coffee per bulan namun harga kembali perlu disesuaikan. Permintaan masih sama sebanyak 5 Euro per-kg.

Sedangkan Nazar Coffee house dengan permintaan/kebutuhan sebanyak 200 – 500 kg coffee per bulan, dan untuk Sheih Coffee House permintaan/kebutuhan sebanyak 200 kg coffee per bulan, serta KFT dengan permintaan/kebutuhan sebanyak 1 ton coffee per bulan.

Melihat peluang tersebut, Lanjut Achmad Chandra, perlu untuk ditindaklanjuti, salah satunya dengan mengirimkan sampel kopi grade lain dengan harga yang sesuai.

“Food Expo Herning ini sangat bermanfaat dan efektif untuk memperkenalkan produk makanan Indonesia, khususnya kopi kepada para pelaku usaha makanan di wilayah Denmark dan secara umum untuk wilayah Skandinavia dan beberapa negara Eropa,” ungkap Achmad.

Achmad berharap, Semoga kedepannya kopi Indonesia semakin dikenal dan diminati pasar dunia.