Jakarta, mediaperkebunan.id – Cokelat hitam atau dark chocolate dikenal sebagai salah satu camilan lezat yang dikonsumsi untuk membuat suasana hati menjadi lebih baik. Ternyata penelitian terbaru dari Jepang menunjukkan bahwa manfaat cokelat hitam bukan hanya sekedar camilan biasa. Senyawa flavanol yang banyak terkandung dalam cokelat hitam terbukti dapat meningkatkan daya ingat dan fungsi otak dalam waktu singkat.
Kandungan Flavanol di Cokelat Hitam dan Perannya pada Otak
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Institut Teknologi Shibaura, Jepang dengan menguji peran flavanol sebagai senyawa nabati dengan sifat antioksidan kuat dalam mengoptimalkan kerja otak. Dalam studi tersebut, tikus percobaan yang diberi flavanol menunjukkan peningkatan pelepasan noradrenalin yakni zat kimia pada otak yang mempunyai peran dalam meningkatkan fokus, kewaspadaan, serta kemampuan memproses informasi.
Noradrenalin dikenal sebagai salah satu kunci penting dalam proses pembentukan memori. Oleh sebab itu, peningkatan zat ini dapat memperkuat kemampuan otak dalam menyimpan informasi baru.
Sekitar satu jam setelah pemberian flavanol, para peneliti mencatat peningkatan signifikan pada kemampuan memori tikus yang diuji. Dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan pengujian tersebut, performa tikus pada tes memori meningkat hingga 30 persen. Selain itu, aktivitas motorik dan perilaku eksplorasi mereka juga naik dan menandakan adanya stimulasi pada pusat kewaspadaan di otak.
Peneliti utama menjelaskan bahwa rasa sepat dari flavanol kemungkinan memberikan stimulus langsung pada sistem saraf pusat. Rasa pahit dan tajam ini memicu reseptor sensorik di mulut dan saluran pencernaan yang kemudian mengirim sinyal ke batang otak.
Melalui pencitraan otak, peneliti menemukan bahwa konsumsi flavanol memicu peningkatan noradrenalin khususnya di hippocampus. Bagian tersebut merupakan bagian otak yang bertanggung jawab atas pembentukan memori serta area lain yang berhubungan dengan motivasi dan kewaspadaan. Peningkatan ini berlangsung selama satu jam yang bertepatan dengan fase kritis pembentukan memori jangka pendek.
Temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa ketika noradrenalin ditekan pada fase tersebut maka kemampuan memori akan menurun. Sebaliknya, ketika noradrenalin meningkat maka kemampuan memori menguat.
Di batang otak terdapat sekelompok neuron bernama locus coeruleus yang bekerja sebagai sistem alarm tubuh. Sistem inilah yang tampak paling responsif terhadap flavanol.
Tikus yang mengonsumsi dosis lebih tinggi bahkan menunjukkan peningkatan kadar adrenalin dan noradrenalin dalam urin sampai 24 jam setelah pemberian. Tak hanya itu tikus tersebut menampilkan perilaku yang lebih aktif dan waspada.
Manfaat Menjanjikan, Namun Tetap Perlu Penelitian Lebih Lanjut
Meski flavanol tidak mudah diserap oleh tubuh, para peneliti percaya efek cepat pada otak berasal dari rasa pahit dan sepat yang dihasilkan senyawa ini. Rasa tersebut memicu saraf-saraf sensorik di sistem pencernaan yang kemudian mengirimkan sinyal ke batang otak untuk mengaktifkan respons kewaspadaan. Dengan kata lain efek ini terjadi bukan karena flavanol masuk ke aliran darah, tetapi karena sistem saraf mendeteksi adanya stimulus kuat dari mulut dan usus.
Walau temuan ini memberi harapan baru, peneliti mengingatkan bahwa dosis yang digunakan pada tikus jauh lebih tinggi daripada jumlah flavanol yang terdapat dalam cokelat hitam yang sering dikonsumsi oleh manusia. Efek jangka panjang konsumsi flavanol dosis tinggi juga belum diteliti.
Selain itu, terlalu sering mengaktifkan sistem stres otak bisa berdampak negatif seperti meningkatkan risiko kecemasan. Oleh karena itu, konsumsi cokelat hitam tetap dianjurkan dalam batas wajar dan keberhasilan penelitian ini bukan berarti setiap orang dapat mengkonsumsi cokelat dalam jumlah besar untuk meningkatkan daya ingat.
Dilansir dari kompas.com, hasil penelitian ini memperkuat temuan uji klinis besar pada tahun 2023 yang menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi suplemen flavanol selama setahun mengalami peningkatan kemampuan memori, terutama pada tugas-tugas yang melibatkan hippocampus. Artinya baik pada hewan maupun manusia, flavanol tampaknya memiliki potensi besar sebagai senyawa yang mendukung kesehatan otak.

