Kubu Raya, mediaperkebunan.id – Setelah berhasil mencetak UMKM sawit yang berasal dari pelaku usaha sawit yaitu asosiasi-asosiasi petani kelapa sawit, BPDP akan perluas UMKM sawit ke pelaku usaha non sawit. Helmy Muhansyah, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP menyatakan hal in disela-sela 5th IPOSC.
Tujuan dari pengembangan UMKM sawit adalah meningkatkan konsumsi dalam negeri bahwa produk sawit bukan hanya minyak, juga kampanye sawit baik bahwa sawit ini sangat bermanfaat bagi semua pihak, produknya banyak.
BPDP akan menggandeng beberapa organisasi yang berisi aktivis seperti alumni KAHMI, GMNI, organisasi perempuan, komunitas wirausaha dan lain-lain yang jarang tersentuh inovasi sawit. Namanya dalam Gerakan 1.000 UMKM yang menggunakan produk sawit.
Helmy mencontohkan produk UMKM sawit kerajinan berbasis lidi sawit; kuliner berbasis sawit. Contoh UMKM yang sukses di daerah non sawit yaitu perajin batik di Yogyakarta penerima beasiswa LPDP. Selama ini menggunakan paraffin dan kita ubah jadi menggunakan malam berbahan baku sawit.
“Kalau nanti tiap organisasi bisa memunculkan dua tiga orang yang serius memunculkan produk berbahan sawit maka dampaknya akan besar. Kita ingin Gerakan kolektif yang bukan hanya menghasilkan minyak sawit tetapi diversikasi produk yang bisa diamati, ditiru dan dimodifikasi oleh pelaku UMKM,” katanya.
Hasil-hasil grant riset sawit berupa produk yang bisa dikembangkan oleh UMKM akan didorong. BPDP akan membuat workshop cara-cara membuat produk untuk dikembangkan oleh UMKM. Dengan cara ini sawit tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha di hulu seperti petani, tetapi pelaku UMKM lain yang di daerahnya tidak ada sawit.

