Medan, mediaperkebunan.id – Komitmen memperkuat petani sawit swadaya kembali dibuktikan! Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI, bersinergi dengan PT Koompasia Enviro Institute, menggelar pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang menyasar pekebun dari Kabupaten Batubara, Sumatera Utara dalam rangka program SDM PKS tahun 2025 Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit.
Pelatihan digelar sejak 30 Juni hingga 5 Juli 2025 di Hotel AIHO Medan (eks Radisson) dan diikuti oleh 60 peserta pilihan, terdiri atas petani sawit swadaya dan tenaga pendamping. Mereka dibekali ilmu teknis dari hulu ke hilir selama lima hari penuh, termasuk kunjungan langsung ke PT PP London Sumatra Indonesia, BahLias Estate, untuk menyaksikan praktik terbaik budidaya sawit kelas dunia.
Henry Marpaung, Direktur Koompasia Enviro Institute, menekankan urgensi pelatihan ini. “Ini bukan pelatihan biasa. Ini adalah langkah strategis bagi petani rakyat agar mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing secara signifikan. Materi disampaikan oleh para trainer ahli yang paham kondisi di lapangan, lengkap dengan alat peraga, pendekatan praktis, dan studi langsung di lapangan.”
Semangat petani Batubara pun jadi sorotan. Polora Barimbing SP.MM, perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, memuji antusiasme peserta. “Dari target 210 peserta, Batubara justru mengirimkan 217 nama yang siap berlatih. Ini menunjukkan semangat luar biasa untuk berubah dan tumbuh.”
Tak ketinggalan, Ir. Susilistiawati Ritonga, M.Si, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batubara, menyuarakan dukungan penuh terhadap pembinaan petani. “Kami ingin pekebun Batubara punya kompetensi teknis setara dengan tenaga di perusahaan besar. Kualitas dan kuantitas panen harus ditingkatkan agar petani swadaya bisa berdiri sejajar di pasar.”
Materi pelatihan mencakup tahapan penting mulai dari persiapan benih unggul dan lahan, teknik tanam, perawatan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM), hingga pengendalian hama dan penyakit. Tujuannya jelas: mencetak petani sawit swadaya yang mandiri, modern, dan produktif.
Robinson yang merupakan salah satu peserta pelatihan tak kuasa menahan haru kala acara penutupan pelatihan. “Saya telah banyak mengikuti pelatihan, namun pelatihan kali ini sungguh sangat berkesan dan berguna bagi kami. Kratif dan membuka wawasan berfikir. Terimakasih BPDP, Ditjenbun, Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, Pemerintahan Kabupaten Batubara dan juga PT. Koompasia Enviro Institute.” Tuturnya sebagai penutup

