Jakarta, mediaperkebunan.id – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) bersama LPP Agro Nusantara kembali adakan pelatihan SDM Sawit tahun ini. Hal tersebut dibahas pada Konferensi Pers Program Pengembangan SDM Kelapa Sawit yang diadakan pada hari ini, Rabu (11/09).
Produktivitas lahan perkebunan sawit rakyat masih menjadi sorotan dan produksi Crude Palm Oil (CPO) dari kebun rakyat rata-rata baru mencaai 3-4 ton per hektar pertahun. Jauh di bawah produktiviitas kebun milik perusahaan swasta maupun BUMN, produktivitas sawit sangat bergantung pada keterampilan dan kompetensi pekebun sawit swadaya yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) merancang Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit untuk menjawab tantangan pengembangan industri sawit nasional tersebut.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir Badan Pengelola Dana Perkebunan, Mohammad Alfansyah mengemukakan bahwa pogram ini didanai dari pungutan ekspor sawit dan disalurkan untuk beragam kegiatan strategis mulai dari peremajaan sawit rakyat, peningkatan sarana prasarana, penelitian, hingga hulu-hilirisasi sawit.
“Tujuan utama dari program pengembangan SDM adalah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar dapat memenuhi kebutuhan kriteria industri kelapa sawit berkelanjutan, ” ujar Mohammad Alfansyah.
Hadir dalam konferensi pers, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan, Ir. Baginda Siagian mengatakan bahwa program yang rutin dilaksanakan ini menyasar berbagai pihak yang terlibat dalam bisnis perkebunan kelapa sawit swadaya seperti pekebun, pengurus koperasi (KUD) hingga perangkat pendamping daerah.
“Para peserta pelatihan yang berasal dari berbagai wilayah penghasil sawit ini mengikuti pelatihan melalui undangan berdasar Data Rekomendasi Teknis (rekomtek). Rekomtek berisi daftar peserta ini diajukan oleh Dinas Perkebunan masing-masing wilayah yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan,” jelas Baginda.
LPP Agro Nusantara sendiri sudah menjadi mitra strategis dari program pelatihan SDM Sawit BPDP sejak tahun 2016. Tahun 2025, BPDP menargetkan pelatihan bagi 10.786 peserta dari 17 provinsi penghasil sawit. Dari jumlah itu, LPP Agro Nusantara mendapat mandat untuk melatih 2.066 peserta, meningkat dari 1.339 peserta pada tahun 2024. Pelatihan tahun ini dilaksanakan dalam 71 kelas, mencakup 11 jenis pelatihan teknis dan manajerial, yang tersebar di 9 provinsi: Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Papua Barat, dan Sulawesi Barat.
Selaku Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo berharap peserta tidak hanya mendapatkan materi klasikal di dalam kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Materi yang disampaikan mencakup budidaya sawit berkelanjutan, panen dan pascapanen, pengelolaan kelembagaan, administrasi keuangan, promosi hasil sawit, hingga pemetaan lokasi perkebunan.
“Melalui bentuk pelatihan seperti ini, pekebun tidak hanya mengerti secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya di kebun masing-masing,” kata Pranoto.
Harapan ke Depan Melalui pelatihan ini, BPDP dan Ditjenbun berharap dapat mengurai permasalahan keterampilan pekebun sawit swadaya, sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat daya saing, dan menciptakan sistem perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
“Investasi pada pengembangan SDM merupakan langkah strategis untuk membangun masa depan perkebunan Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, ” tambah Suhendri Direktur SDM & TI PT Perkebunan Nusantara IV subholding Holding PTPN untuk komoditas sawit.

