Medan, mediaperkebunan.id – Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit bagi pekebun sebagai rangkaian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM-PKS) Tahun 2025 yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian RI diselenggarakan oleh PT Koompasia Enviro Institute (KEI) berlangsung dengan interaktif dari tanggal 16 hingga 20 Juni di Hotel AIHO Medan. Pelatihan ini sendiri dirancang untuk memaksimalkan penyerapan ilmu dan keterampilan para peserta.
Dengan memadukan sesi teori mendalam dan praktik langsung, program ini bertujuan menciptakan petani sawit yang lebih kompeten.
Kurikulum pelatihan ini dibagi menjadi lima topik utama yang membahas beragam aspek penting dalam Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit (Tanah Mineral). Peserta dibekali pengetahuan mulai dari regulasi dan kebijakan sektor kelapa sawit, persiapan benih dan bahan tanam unggul, teknik persiapan lahan yang efektif, metode penanaman yang benar, pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan, hingga strategi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) termasuk hama, penyakit, dan gulma.
Proses belajar di kelas didukung penuh oleh trainer ahli dari KEI yang sangat berpengalaman. Mereka menggunakan metode pengajaran interaktif yang terbukti efektif dan mudah dicerna oleh petani. Inovasi dalam penyampaian materi, seperti kartu bermain, simulasi, dan pendorong diskusi interaktif, berhasil membangkitkan antusiasme peserta, membuat mereka lebih mudah memahami setiap topik.
Sesi kelas berjalan padat dari pukul 07.30 hingga 17.00 WIB setiap hari, dengan diselingi dua kali jeda istirahat dan dua sesi coffee break.
Puncak dari rangkaian pelatihan ini adalah kunjungan lapangan (field trip) yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Juni 2025. Peserta diajak langsung ke Bukit Maraja, Gunung Malela, Simalungun, untuk menyaksikan dan mengaplikasikan materi yang telah dipelajari di kelas. Di lokasi, pembelajaran diperkaya melalui diskusi interaktif dengan pengelola setempat, yang kemudian disarikan menjadi poin-poin penting.
Area yang dikunjungi meliputi kebun Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), Tanaman Menghasilkan (TM), serta area pembenihan.
Dengan bahan ajar yang terstruktur, pendekatan pengajaran yang menarik, serta kesempatan praktik langsung di lapangan, pelatihan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para pekebun untuk meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit mereka secara signifikan dan berkelanjutan.

