Pekanbaru, mediaperkebunan.id – Baan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bakal menggelar lokakarya atau workshop terkait pengembangan perkebunan kelapa, khususnya penguatan kelembagaan dalam rangka program peremajaan kelapa rakyat (PKR) dan program sarana dan prasarana (sarpras) perkebunan kelapa.
Kegiatan itu, menurut Normansyah Hidayat Syahruddin selaku Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP dalam surat resmi yang diperoleh mediaperkebunan.id, Jumat (22/8/2025), bakal digelar di kantor Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Jadirejo, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, mulai Selasa sampai Kamis (26-28/8/2025).
Normansyah menyebutkan, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 132/2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan, tanaman kelapa ditetapkan sebagai salah satu komoditas yang didanai oleh BPDP, yang dilaksanakan dalam rangka pengembangan perkebunan kelapa secara berkelanjutan.
Kata Normansyah Hidayat Syahruddin lagi, untuk sektor hulu perkebunan kelapa, layanan pendanaan perkebunan yang disalurkan oleh BPDP ada di dua program, yaitu program PKR dan program Sarpras Perkebunan Kelapa yang nantinya disalurkan kepada pekebun rakyat.
“Penyalurannya melalui kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan), koperasi, dan kelembagaan pekebun lainnya,” demikian petikan pernyataan Normansyah Hidayat Syahruddin dalam surat resmi bertanggal 21 Agustus 2025 tersebut.
Lokakarya itu sendiri tampaknya bakal dihadiri oleh pihak-pihak yang sangat berkompeten terkait pengembangan perkebunan kelapa rakyat, seperti Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dan Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun.
Lalu dari kalangan petani ada pula dari Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) Pusat dan Riau, Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) Riau, Ikatan Petani Kelapa Rakyat (IPKR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Berikutnya yang diundang dalam pertemuan itu nantinya adalah dari Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI), Disbun dari tingkat Provinsi Riau, Kabupaten Inhil , serta Kabupaten Bengkalis.
Selanjutnya dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Pelalawan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Meranti dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Normansyah Hidayat Syahruddin sendiri dalam lokakarya tersebut direncanakan akan menyampaikan paparan bertajuk “Peran Dana Industri Perkebunan Kelapa dalam Mendukung Peremajaan, Inovasi, dan Penguatan Kelembagaan”.
Selain itu, BPDP dalam lokakarya itu juga bakal menampilkan diskusi panel yang dimoderatori oleh Triana Meinarsih selaku Kepala Divisi (Kadiv) Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa BPDP.
Dan baka ditampilkan juga sejumlah pembicara yang berkompeten terkait kelapa dalam lokakarya itu, seperti Baginda Siagian selaku Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun Kementerian Pertanian (Kementan).
Baginda Siagian dalam lokakarya itu direncanakan berbicara tentang “Kebijakan dan Regulasi Kelembagaan Petani Pekebun Kelapa”. Selanjutnya ada Taufiq Oesman Hamid selaku Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Riau yang berbicara tentang “Kebijakan dalam Mendukung Koperasi Perkebunan Rakyat”.
Selanjutnya ada Osriman Oesman selaku Ketua Umum Dewan Kelapa Indonesia (Dekindo) yng bakal berbicara tentang “Revitalisasi Kelembagaan Petani Kelapa: Tantangan dan Strategi Penguatan Koperasi”.
Serta pemateri terakhir adalah Muhaemin Tallo selaku Ketua Umum Perpekindo yang bakal membawakan makalah bertajuk “Startegi Pembentukan dan Penguatan Kelembagaan Petani Perkebunan Kelapa”.

